Haii, pagi ini aku mau cerita soal apa yang menimpaku barusan ini. Aku benar-benar shock, gak nyangka bakal alamin hal yang seperti ini. Cerita ini aku mulai sejak tadi malam, sama seperti sekarang ini, tadi malam sekitar pukul 10 aku sedang bermain laptop. Dan tiba-tiba aja aku mendengar ada suara yang jatuh dari atas, ternyata cicak, pas di belakangku, di atas tempat tidur, tinggal sedikit lagi jaraknya baru cicak itu jatuh mengenai tubuhku. Ini udah suatu pertanda, pertanda buruk bakal ada hal sial yang akan menimpaku. Awalnya aku gak percaya, cuman ya, aku penasaran itu artinya apa. Aku langsung searching di google, pertanda cicak jatuh itu apa. Yang benar aja, semua artikel yang di google bilang itu pertanda sial. Siap-siap aja kalau sesuatu yang buruk bakal terjadi sama kamu. Jujur aku sedikit parno malam itu, aku bukan mikirin penyebabnya ke diriku sendiri, gak! Yang kukhawatirkan justru orangtua, keluarga, juga pacarku. Om google bilang, kalau kamu kejatuhan cicak baik itu mengenai tubuhmu atau tidak, segera bunuh cicaknya, biar sesuatu yang buruk itu gak jadi menimpa kamu. Ah, aku mana tega!! Jadi aku biarin aja cicaknya pergi entah ke mana.
Malam itu aku tidur jam setengah dua belas. Seperti biasa, aku kalau tidur harus matiin lampu. Gak enak rasanya kalau aku tidur lampunya masih nyala. Aku bukan tipe orang yang penakut, gak! Aku sendiri tipe orang yang pemberani, bahkan sama hal yang bersifat horror sekali pun. Malam itu aku berdoa, supaya Tuhan menjauhkan aku dan semua orang-orang yang kusayang dari marabahaya, apa pun itu! Aku tidur juga dengan rosario di genggaman tanganku. Aku bukannya terlalu percaya sama mitosnya si cicak, bukan! Aku tahu kuasa Tuhan itu lebih hebat dibanding sekedar mitos kejatuhan cicak. Tapi jujur, ada sedikiiiiiiiiiitttt ketakutan yang menemaniku malam itu.
Sebelum tidur, aku setting profil HP dulu. Aku buat volume nada dering SMS, telepon, sampai volume yang paling kencang, karena paginya kami akan membuat surprise sama seorang teman kami yang lagi berulang tahun, jadi pasti tengah malam nanti aku dihubungin sama teman-teman yang lain, supaya datang ke bawah. Kebetulan, di kosan ini kamarku di atas sendirian, dan teman-temanku kamarnya di bawah. Nah, pas banget, tengah malamnya sekitar jam 12.59 aku dapat SMS dari seorang temanku, yang isinya nanyain aku lagi di mana, dan udah tidur apa belum. Tapi aku males bangun, rasanya masih ngantuk banget. Sekitar pukul 00.10, seorang temanku yang lain datang menjemputku langsung ke kamar, akhirnya aku bangun dan turun ke bawah. Eh, yang lainnya udah pada tidur. Jadi kami balik ke kamar masing-masing, surprise ulang tahunnya dikasih besok pagi aja.
Pagi-pagi tadi sekitar jam enam, aku dijemput lagi sama temanku yang jemput aku tadi malam. Kami pun pergi ke bawah, ke salah satu kamar temanku yang lain lagi, menyiapkan kue ulang tahun dan sebagainya. Lalu kami pergi ke kamar yang berulang tahun, bla bla bla bla bla bla, acara selesai.
Setelah semuanya selesai dan beberapa orang sudah keluar dari kamar itu, ada yang pergi masak, ada yang balik ke kamarnya. Aku masih nagntuk dan tidur di kamar. Sampai pada saatnya aku sendirian di kamar itu, pintu dalam keadaan tertutup. Ya, tertutup!!
Ini inti dari ceritaku sekarang ini. Saat ini, saat aku menuliskan cerita ini, aku baru saja kembali ke kamarku sendiri. Tadi waktu tidur di kamar temanku itu, jujur aku GAK BISA BERGERAK SAMA SEKALI. AKU BUKAN MIMPI, BUKAN!! Aku mendengar suara teman-temanku di dapur, sedang memasak. Karena dapur ke kamar itu jaraknya sangat dekat. Saat itu laptop juga masih hidup, bahkan sedang memutar lagu-lagu rohani. Ya, aku mendengar lagu itu sangat jelas di telingaku, dan aku bisa mengikuti kata demi katanya. Itu bukti kalau aku BUKAN SEDANG BERMIMPI!! Aku mendengar banyak sekali suara langkah-langkah kaki di kamar itu. Oh Tuhan, bahkan sekarang saat aku menulis kalimat ini, aku begitu merinding, leherku tegang. Banyak juga aku mendengar suara-suara, seperti suara ngobrol-ngobrol, berlari-lari, ada pula yang menghembuskan udara berkali-kali di kepalaku. Tapi saat itu aku benar-benar tidak bisa membuka mata, tidak bisa bergerak, tidak bisa berteriak. Aku sudah mencoba sekuat mungkin untuk menggerakkan tanganku, untuk hanya sekedar membuatkan tanda salib, tapi tetap aja gak bisa. Aku pengen banget teriak sekencang-kencangnya manggil teman-temanku yang lagi di dapur supaya mereka datang melihatku saat itu. Pengen banget supaya tiba-tiba ada satu orang yang bukain pintu, supaya aku terlepas dari posisi saat itu. Itu rasanya benar-benar panas, ya, benar-benar panas. Berkali-kali aku mencoba menenangkan diri, berkali-kali mengucap "Demi nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus, Amin" di dalam hatiku. Tapi semakin sulit aku bergerak, semakin tidak bisa aku berteriak. Padahal jelas-jelas, aku mendengar suara teman-temanku di dapur, aku mendengar suara lagu rohani yang sedang diputar di laptop, dan aku juga mendengar banyak keributan di kamar itu. Padahal aku sendirian. Jelas saja, mereka BUKAN MANUSIA. Yang jelas mereka itu makhluk lain.
Sekali lagi, aku bukan tipe orang yang penakut, tidak! Aku termasuk orang yang pemberani. Bahkan menonton horror pun adalah hobiku. Sekali pun aku menontonnya sendirian. Posisi tidurku saat itu menyamping menghadap dinding. Jadi aku membelakangi bagian yang kosong di kamar itu. Di situlah mungkin "MEREKA" sedang berlarian, berjalan-jalan, berkumpul, dan satu yang paling buat aku shock tadi itu, ada beberapa yang kurasakan sangaaaaaaaat dekat denganku, ada yang menyentuh-nyentuh bagian punggung belakangku, menghebus-hembuskan udara di sekitar kepalaku. Di telingaku kedengaran sangat ribut suara degungan, seperti suara seorang pria besar, suaranya serak-serak. Itu yang paling buat aku shock tadi itu. Aku benar-benar berharap ada satu orang saja yang datang dan membukakan pintu, supaya aku terlepas dari posisi itu.
Dan akhirnya, entah kenapa, tiba-tiba semuanya hening, aku bisa bergerak dan membuka mata, jelas saja aku langsung duduk di tempat tidur, melihat sekitar, membuatkan tanda salib dan berkata "Demi nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus, Amin". Aku langsung beranjak dan membuka pintu, pas sekali, seorang temanku datang dan sudah berada di depan pintu. Kalau aku berpikir, "MEREKA" yang sejak tadi ada di kamar itu sudah tahu ada temanku yang mau datang, makanya "MEREKA" membiarkanku lepas. AKU BUKAN BERMIMPI!!
Tapi aku gak menceritakan ini ke teman-temanku, aku khawatir mereka bakal takut, apalagi yang punya kamar. Padahal, kamar itu baru dihuni dia semalam, ya, dia baru pindah ke kamar itu, dan itulah hari pertama dia tidur di situ. Aku buru-buru pergi ke kamarku, mengambil rosario dan berdoa sebentar. Aku baru menceritakan ini sama mama, sama adikku yang cowok juga. Aku masih belum menyangka, rasanya benar-benar sial. Sampai sekarang kalau kalian menyentuh punggungku, panasnya bakal beda sama bagian tubuhku yang lain. Ah, aku tahu tadi itu "MEREKA" benar-benar menyentuhku.
Mungkin itulah hal buruk yang menimpaku, sebagai pertanda dari kejatuhan cicak tadi malam. Tapi, bagaimanapun juga, kuasa Tuhan itu jauh lebih besar, jadi kalau misalnya kalian juga suatu saat bakal ngalamin hal yang sama, gak usah langsung dibawa takut, dibawa khawatir, yang penting tenang aja, berdoa sama Tuhan. Aku yakin kita semua punya agama kan? Tuhan itu gak bakal tinggal diam. Semuanya tergantung sama kita mau meletakkan kepercayaan apa gak. Intinya, "MEREKA" itu memang ada, "MEREKA" ada di sekitar kita, jadi jangan pernah sombong, jangan pernah berbuat hal-hal yang mungkin bisa buat "MEREKA" marah dan jangan ganggu "MEREKA".
Ceritaku kali ini mungkin horror banget, aku sendiri juga mengakui, ini hal yang benar-benar di luar dugaanku. Ya udahlah, kunci dari semuanya itu adalah DOA, ya, DOA :')







0 komentar:
Posting Komentar