Dear Past, Thank You for All The Lesssons

There is no time to see backwards. Your future is still pure enough.

The only thing worse than being blind is having sight but no vision

When something bad happens, you have three choices. You can either let it define you, let it destroy you, or you can let it strengthen you.

Do You Know? You are Your Own Hero. Be Brave!

Don't die from a broken heart.

It is Never Too Late to be What You Might Have Been

If you were not happy with yesterday, try something different today. Don't stay stuck.

Things Work Out Best for Those Who Makes The Best of How Things Work Out.

Just believe in yourself. Even if you don't, pretend that you do, and at some point, you will.

If reading is HOT and writing is COOL. Therefore, read my writing is an awesome thing.

Selasa, 22 November 2011

Sebuah harapan mungkin dapat menjadi sejuta hal teristimewa dalam hidup

Aku ingin hidup ribuan tahun lagi
Dengan kau di sampingku
Aku ingin kau ajari aku
Dengan cinta dan kasih

Aku ingin kau yang selalu menyaksikan tawaku
Di saat aku bahagia
Aku ingin kau yang mengusap air mataku
Di saat aku menangis

Aku ingin bersamamu di setiap detik hembusan nafasku
Hingga saatnya nanti
Aku terlelap selamanya
Di pelukan hangatmu

Minggu, 16 Oktober 2011

Kekasih Dambaan

Ketika kau datang hangatkan hatiku yang dingin
Kini damai kurasa dalam pelukan kasih sayangmu
Hadirlah selalu dalam siang malamku
Jangan pernah kau pergi lama

Kumencari dambaan jiwa kekasih hati sepertimu

Usai sudah perjalanan mencarimu
Satukan janjimu dan janjiku
Apa pun yang akan terjadi
Cintaku tak kan pernah berpaling

Kamis, 13 Oktober 2011

Seandainya kau bisa mendengar doaku
Kau kan tahu betapa namamu
Selalu kuucap dalam setiap permohonanku

Seandainya kau bisa membaca pikiranku
Kau kan tahu
Betapa besarnya inginku agar terus selalu dapat bersamamu

Seandainya kau bisa membaca isi hatiku
Kau kan tahu
Betapa aku punya kesungguhan rasa yang hanya untukmu

Hingga aku berani berkata
Sungguh aku mencintaimu

Senin, 05 September 2011

Perjuangan di Dalam Suci

Sabtu itu kulapangkan seluruh perasaan. Kukunci rapat-rapat pintu kesedihan. Dan kuenggan tunjukkan air mata walau setetes.

Selangkah aku tiba di rumahmu. Membawa sejuta cerita yang tertinggal. Harusnya kau tahu semua itu. Harusnya kau ada bersama kami di hari-hari itu.

Teman.. Aku melihatmu terbaring di atas kasur berwarna biru.

Kesedihan yang telah kututup, air mata yang telah kukunci, waktu itu lepas berantakan di sampingmu.

Masihkah kau bisa melihatku ? Masihkah kau kenal dengan suaraku ?

Aku panggil namamu yang indah. Tapi kau bisu tak menjawabku. Matamu hanya berkedip. Kau menangis mendengar suaraku.

Bisakah kita mengulang kisah yang dulu ? Bisakah aku melihatmu berlari lagi ? Pasti bisa teman. Kau pasti bisa! Tunjukkan pada dunia kau bisa menyingkirkan penyakit jahat itu.

Aliran darahku lalu membeku melihatmu menjabat tangan kiriku. Kau berusaha dengan semangatmu. Kau angkat tanganku hingga menyentuh pipi lembutmu.

Pandanganku lirih ke wajah itu. Jari-jemarimu bergerak satu per satu. Namun kau terus terbaring. Hanya dengan kedipan mata dan anggukan kau tuturkan bahasa tubuhmu.

Teman.. Aku dan mereka mendoakanmu. Lekaslah sembuh dan temui kami di kelas kita yang baru.

Minggu, 04 September 2011

Aku adalah Kamu yang Aku Cintai

Terlampau berjubel kisahku atas dirimu
Beralih antara cintaku dan cintamu
Acapkali aku canggung tanpa hadirmu
Laksana wanita cerewet menjadi bisu
       Aku menaruh kasih untukmu
       Menyimpan cinta kepadamu
11 bulan
Hanyalah secuil dari rangkaian kehidupan
Setelah sering kali kita bercekcok
Tentang masalah yang bertarung dengan kesetiaan kita
       Tapi lekaslah kiranya kau mengerti sayang
       Kau adalah nyawaku
       Tanpa kau mungkin aku kan hadapi ajal
Kau adalah jantungku
Tanpa kau mungkin aku kan tersingkir dari dunia
Karena aku adalah kamu yang aku cintai

Rabu, 17 Agustus 2011

Jawaban dalam Bimbang

Hidupku kini terombang-ambing
Antara lautan api dan lautan pasir
Aku tersesat
Tersesat mencari jawaban di sana

Di lautan api aku menjerit
Hidupku penuh dengan amarah
Kekesalan dan rasa benci
Selalu menjadi pilihan untuk pelampiasan

Di lautan pasir aku tertatih
Haus akan cinta dan kasih sayang
Sulit untukku mencari kesejukan
Pelepas rindu pun tertanam dalam tumpukan bebatuan.

Kulangkahkan sedikit ke timur itu
Aku membisu
Kaku aliran darahku

Tepatnya 17 Agustus 2011
Dua menit aku di sana
Berdiri dengan pandangan jauh ke timur itu
Tepat jarum jam menunjuk pukul 8 malam
Aku pun terjatuh
Masuk dalam kisah cinta bersamamu lagi

+Puisi Artikel +PUISI CINTA +puisi sastra +sastra, olahraga, curhat, puisi  +Sajak, Puisi, dan Sastra Tentang Kehidupan 

Kamis, 30 Juni 2011

Kita Harus Berhenti di Sini

Dulu yang putih kini telah hitam
Kau cemari semua dengan ulahmu

Tingkahmu buat aku rapuh
Cakapmu buat aku lebih memilih tuli

Daripada aku harus mendengar
Lebih baik telingaku tak bisa mendengar
Ketimbang aku harus melihat
Lebih baik mataku tak bisa melihat

Sempurnakah ini semua dalam hidupmu ?

Kupikir kau adalah malaikatku
Ternyata kau tak lebih dari sekedar pembawa luka


Untung apa aku dulu diajar kasih ?
Diajar cinta ?
Kalau toh sekarang aku mengenal benci.

Kau yang dulu memilihku
Mengajakku masuk ke dalam hidupmu
Setelah aku terjatuh, sesukamu mengeluarkan aku dari sana
Kau buatku rapuh bahkan begitu rapuh

Hari itu tepat Hari Ulang Tahunku
Persis kuingat kata-kata perih darimu
KITA HARUS BERHENTI DI SINI

+Puisi Artikel  +puisi sastra +sastra, olahraga, curhat, puisi +Sajak, Puisi, dan Sastra Tentang Kehidupan +puisi seribu kata 


Senin, 04 Oktober 2010






















Cintamu adalah anugerah untukku
Sebab karena cintamu hatiku bahagia
Kuingin selalu bersandar di pelukmu
Karena hanya kamu yang pantas menjagaku

Dan jagalah pula hati dan cintaku
Seperti bulan yang selalu
Menjaga malam di waktu gelap

Empat bulan kau yakinkan hatimu
Bahwa aku milikmu dan hanya untukmu

Tapi kutak ingin semua berakhir di sini
Kuingin kau yang menjaga ketulusan cintaku
Cinta yang kudapatkan dari Sang Maha Pencipta
Dan kutitipkan dalam dirimu

Selasa, 04 Mei 2010

Tak Kan Terpisahkan

Bukan ini akhir dari semua
Mungkin saja ini awal untuk kita
Awal yang baik untuk kita saling merasa
Betapa berartinya kehadiran satu sama lain di antara kita
     Memang begitu perih perpisahan ini
     Rasanya tak dapat menerima apa yang telah terjadi
     Terpisah dengan jarak antara kau dan aku
Kau adalah terbadung
Dari semua cewek badung yang pernah kukenal
     Hatiku juga menangis
     Mengingat semua kebadungan kita yang telah lalu
Akankah semuanya dapat kita lakukan bersama lagi ?
Aku, kau, dan dia mengharapkannya sobat
Itu akan menjadi kesan terindah
Yang tak kan terlupakan di antara kita
     Kini hanya jarak yang memisahkan
     Tapi ketahuilah sobat
     Besarnya rasa kasih ini untukmu tidak akan memisahkan kita
Jangan lagi kudengar kata tangis darimu
Karena hati ini pun akan ikut menangis karenanya
Jangan lagi kudengar kata sedih darimu
Karena jiwaku pun akan sedih mendengarnya
Tapi ucaplah kata bahagia dari bibir manismu
Karena itu akan membuatku jauh lebih bahagia
Dan turut merasakan kebahgaiaanmu
     Ketika Sang Matahari bertanya mengapa
     Kuharap serentak kita menjawabnya dengan senyum
Bahwa kita punya satu hati
Kita punya rasa yang sama
Dan kita punya kasih tulus dalam persahabatan ini
     Itu yang membuat kita dapat merasa perasaan satu sama lain
Ketahuilah sahabat...
Hatimu bahagia, aku pun bahagia
Hatimu bersedih, aku pun bersedih
Hatimu tertawa, aku pun tertawa
Hatimu menangis, aku pun menangis
     Maka harapanku untukmu
     Selalulah bahagia dan tersenyum untukku
     Karena bahagia dan senyum itu
     Akan membuatku turut bahagia dan tersenyum

Merindukanmu

Awalnya kutak pernah terpikir
Bila perpisahan ini membuat hatiku begitu perih
Rasanya tak dapat menyalahkan siapa pun
            Menyalahkan aku ?
            Atau menyalahkan kita ?
            Atau mungkin menyalahkan waktu
            Waktu yang begitu tega memisahkan kita
Aku hanya ingin kalian semua tahu
Bahwa aku sangat merindukan kalian
Aku ingin agar semua dapat terulang kembali
             Saat kita tertawa, menangis, berduka, saling memberi semangat
             Atau bahkan saat bertengkar
             Aku ingin kembali untukmu membuat aku bahagia
Buatlah hatiku kembali tersenyum sobat
Buatlah hatiku kembali kecewa teman
Buatlah hatiku kembali menangis karenamu
              Aku merindukan semuanya
              Tawamu, candamu, tangismu, egomu, sombongmu, kebaikanmu, diammu
              dan semua yang ada pada dirimu
Sungguh...
Aku sangat merindukan itu semua
               Kau yang bersama-sama berjuang denganku dalam satu kelas
Saat kau menyontek padaku
Saat aku menyontek padamu
Saat aku membuatmu marah dan kau marah padaku
Saat kau memberiku sesuatu dan aku memberimu sesuatu
                Dan ketika kau menyayangiku
                Ketahuilah...
                Saat itu pun aku sedang menyayangimu