Dear Past, Thank You for All The Lesssons

There is no time to see backwards. Your future is still pure enough.

The only thing worse than being blind is having sight but no vision

When something bad happens, you have three choices. You can either let it define you, let it destroy you, or you can let it strengthen you.

Do You Know? You are Your Own Hero. Be Brave!

Don't die from a broken heart.

It is Never Too Late to be What You Might Have Been

If you were not happy with yesterday, try something different today. Don't stay stuck.

Things Work Out Best for Those Who Makes The Best of How Things Work Out.

Just believe in yourself. Even if you don't, pretend that you do, and at some point, you will.

If reading is HOT and writing is COOL. Therefore, read my writing is an awesome thing.

Selasa, 12 Februari 2013

Ada yang pernah difitnah dan ditinggalkan ? Baca deh yang satu ini, mudah-mudahan bisa buat semangatmu bangkit untuk lebih percaya diri lagi (y)

Dengarlah,
Ketika tak ada cinta yang datang padamu
Di saat semua orang mulai menganggapmu tak penting lagi
Di saat itulah kau harus berbuat sesuatu
Yang bisa membuat mereka menyesal telah menyakitimu

Tak ada sakit yang lebih besar dari penghianatan
Tak ada hidup yang lebih kejam daripada disia-siakan
Hidupmu hanya sekali
Jangan pasrahkan yang satu itu ada hanya untuk disakiti
Hanya untuk dijengkali
Hanya untuk dihianati

Banyak orang di luar sana
Yang justru masih lebih bisa mengerti dirimu
Biarlah lempar jauh kepahitan itu
Kepahitan yang kan kau ganti sendiri dengan kesuksesan masa depanmu

Selama kau masih dicambuk
Dengan segala fitnah yang mereka ciptakan
Naikkan kepalamu dengan seluruh percaya diri yang ada
Karena mereka akan menyesal
Menyesal telah menyakitimu

+Puisi Artikel  +puisi manda 

Selasa, 08 Januari 2013

Sesulit itukah mengharapkan kesetiaan?

Cinta kadang tak adil
Bahkan mungkin tak pernah sama sekali
Itulah yang kurasakan selama mencintai
       Kenapa cinta yang datang padaku sekeras batu karang?
       Tak dapat kulunakkan
       Walau yang kuharapkan hanyalah sekedar kesetiaan
Tapi tak mengapa
Lakukan saja apa yang kau inginkan
Meski itu menyakitkan untukku
Asalkan kau bahagia
       Hanya tangis yang setiap hari
       Kutabung tetes demi tetesnya
       Sementara cinta yang kupuja-puja
       Melontarkan senyum dan tawa pada dunianya
Sesulit itukah mengharapkan untuk dihargai?
Mengharapkan seteguk kepuasan dari yang namanya cinta
Pedih hal biasa
Bebal menahan teriakan dari rasa jera untuk mencintai
       Harus sebesar apa lagi kasih yang harus kuumbarkan di hadapanmu
       Agar kau mengerti betapa cinta yang kuharapkan
       Hanyalah sekedar kesetiaan dan keadilan
Haruskah aku menjelma untuk sebuah benda mati
Yang terus membisu dalam sebuah kebodohan tanpa perhatian?
       Cinta yang kuagung-agungkan, kubanggakan, kutinggikan, kupuja-puja
       Seakan buta tak melihat sejuta perhatianku
       Sama butanya dengan diriku
       Aku yang tidak bisa bedakan kebenaran dan kesalahan di depan mataku
Kau umbar-umbar tingkah kejammu dengan duniamu
Di depanku yang menyimpan beribu senyum palsu
Lihat kebahagiaanmu dengan pribadimu
       Kenapa aku harus mencintai?
       Seandainya bisa aku lebih memilih sendiri
       Tanpa cinta yang selalu beri ketidakadilan itu
Aku nyaris menyerah
Cinta yang kupertahankan malah tak pernah menatap ketulusan yang selalu kusuguhkan
Aku benci
Dengan cinta yang telah mempermainkan hati
       Kebodohan besar yang kusadari
       Tapi membisu menahan kenyataan
       Yang bahkan kulihat di depan mata
Tawa, senyum, dan bahagia
Cintaku merasakan semuanya
Terpancar dari mata indah yang kucintai sekaligus kubenci
       Terjatuh bukan cobaan baru yang kurasakan
       Tergoncang oleh kesakitan demi sebuah kesetiaan dan kepuasan
       Yang kukejar-kejar dari cinta yang selalu kubanggakan
Ke mana aku harus berlari?
Cinta yang seharusnya menjadi tempat peraduanku dari segala macam ujian
Malah menjadi penyebab dari sedemikian luka yang mengotori hati

Cintaku, penghancur hatiku..

+Puisi Artikel +puisi cinta +PUISI CINTA +puisi sastra +Sajak, Puisi, dan Sastra Tentang Kehidupan +sastra, olahraga, curhat, puisi 

Kamis, 20 Desember 2012

Namun jika salah satu dari mereka pergi,  akan lebih baik bagi yang ditinggalkan untuk tetap sendiri daripada memaksakan diri mencari pengganti.

Rabu, 25 Juli 2012

Cintaku dan Jejak Sesalnya

Dalam pilu kupanggil namanya
Ingatan pahit tentang dirinya adalah luka
Terjaring di dalam ikatan rasa yang menghancurkan
       Kuakui rasaku untuknya begitu menjelma
       Bagai cahaya berwarna keemasan
       Namun tak dapat kugenggam
Cinta bagiku hanyalah perenggut kebahagiaan
Tak ada untung, tak ada pentingnya
Yang kudapat hanya luka, hanya pahit juga tangis
       Tiap janji adalah dustanya
       Tiap indah adalah omong kosongnya
       Tak jarang kurasakan panas neraka di ubun-ubun
       Mengganggu, merusak, hingga merobek juga menyayat
Sejauh apa aku harus membawa perasaan ini
Kubawa terbang lalu kutinggalkan di atas awan
Biar dia diterpa angin, hujan dan petir
Jatuh ke bumi hancur berkeping tak tersisa
       Itu yang kumau
       Melupakan semua kisah dengannya
       Karena tak ada bahagia
       Senyum pun tak aku kenal
Hanya satu yang kutahu
Satu kata penuh makna
Untukku yang terhempas oleh cinta
SESALL

+PUISI CINTA  +Puisi Artikel  +puisi cinta +puisi manda +Sajak, Puisi, dan Sastra Tentang Kehidupan 

Kamis, 12 Juli 2012

Yang Kubutuhkan

Bertikai antara masa lalu dan masa depanku
Di awan-awan pikiranku melambung
Pilihan tersulit sepanjang masa harus kusebrangi

Mekar tak kunjung mengembang
Hanya kesesakan yang terasa
Kembalikan semua keindahan yang telah memudar
Bahkan telah hilang menghangus di kobaran api

Aku butuh cinta,
perhatian,
perlindungan,
kasih,
sayang,
senyuman,
kebahagiaan,
kelembutan,
dan hati

+Puisi Artikel  +puisi cinta +puisi manda  +PUISI CINTA +puisi sastra +sastra, olahraga, curhat, puisi +Sajak, Puisi, dan Sastra Tentang Kehidupan 

Minggu, 08 Juli 2012

Pilu dalam Hutan Jenggala

Aku dan diriku
Jatuh bagai ke tengah hutan jenggala
Tak satu pun makhluk Tuhan berakal budi
Kujumpai di hutan luang itu

Tubuhku penuh dengan abuh
Aegrotare seagaknya telah menguasaiku
Acapkali aku tak dapat berdiri
Mampunya hanya sekedar merangkak dan tergeletak

Galaba, pilu, dan sedih
Selalu mengganggu serta gaduh dalam hatiku
Tak sengaja aku seperti telah latih dibuatnya
Seadanya aku terbiasa dengan lara dan ratap

Sekali-kali aku bertanya pada Tuhan
Semuakah makhlukNya berwatak demikian ?
Aku dan diriku waswas tiap kusaksikan sebuah telatah
Tak mau teledor oleh sedikit pun

Aku tak punya kawan apalagi sahabat
Yang kutahu aku hanya berdua dengan diriku
Mestinya aku mampu mengeluarkan pekikan hingga tembus menerjang langit
Tapi amat sangat disesali sebab aku adalah seorang bisu

Sekiranya aku peroleh kawan
Lekas aku pasti berangkat dari jenggala
Berperan untuk drama dalam dunia
Selayaknya makhluk berakal budi di luar sana

+Puisi Artikel +puisi sastra +Puisi Sendu +sastra, olahraga, curhat, puisi

Kamis, 23 Februari 2012

Mengalah di Akhir Kisahku

Sempat kunyalakan pelita rasa
Tersembunyi begitu dalam tapi juga gemilang
Entah apa yang memberanikan ragaku untuk berbuat
Seadanya ku telah lama mengenal wanitanya
       Kukatakan tak benar jika karena balas dendam
       Dia hanya tahu kalau aku tak begitu dekat
Awalnya karena sakit hati
Kebesaran rasa yang kupersembahkan dikhianati
Tapi kutahu keyakinan tulus hati ada akhirnya
Sampai kurelakan dia pergi mencari cinta tanpa bayanganku
       Cintaku berhenti di persimpangan dua insan
       Hadir di antara kedua rasa yang telah mengikat janji
       Salah atau benar tetap kuanggap benar
       Tenggelam bukan berarti aku tak mampu bangkit
Kuputuskan membuka pintu hati
Sedikit kesempatan yang kubuka ternyata menjadi peluang besar
Dia yang mencintaiku, atau kami yang saling memberi rasa ?
Sadar bahwa dia adalah seorang yang telah diikat janji
        Membawa rasa dalam perahu ingkar
        Kuakui itu sulit
        Melawan perasaanku atau pun menurutinya
        Cukup bimbang kuhantarkan perahu cintaku
        Sempat kututupi tanpa tahu arah arus yang mengalir tak melawan arah
Bukan hitungan hari atau pun minggu
Pelajaran tentang hukum cinta kudalami berbulan-bulan
Hingga di ujung kisah aku harus berhenti
        Cintanya terlampau besar
        Cukup mudah memberiku perintah untuk pergi
        Pergi dari kehidupan seseorang
        Yang sempat membantuku keluar dari belenggu kerapuhan
Pergi cintaku
Tak pernah ada janji di atas ingkar
Tak mungkin ada cinta dipaksa terbagi
        Kucoba mengerti
        Wanitamu bukan aku
        Aku mengalah
        Bahagiakan dia hingga suatu saat ku akan melihatmu dan dia
        Hidup dalam bahtera kehidupan yang kekal berwarna putih suci
Pergi cintaku
Aku mengalah
Aku benar aku mengalah
        Meski tak pernah terucap
        Kita tak pernah menyetujui
        Tapi telah kuanggap kau pernah merajai seluruh ruang hatiku
Terima kasih cinta..

+Puisi Artikel +puisi cinta +PUISI CINTA +Puisi Sendu +Sajak, Puisi, dan Sastra Tentang Kehidupan +Puisi Cinta 

Selasa, 13 Desember 2011

Jika cinta itu indah, mengapa harus ada air mata?
Jika cinta itu menyakitkan, kenapa ada tawa?

Cinta bisa terbang, walau tidak bersayap
Cinta bisa membunuh, tanpa harus melukai

Satu-satunya hal yang kutahu tentang cinta
Kalau cinta itu bisa melakukan segalanya



Yang Selalu Kuinginkan

Semangat dan bahagianya hatiku
Tumbuh karena wajahmu,
namamu,
suaramu,
dan semua tentang dirimu
       Sesungguhnya kuingin kau selalu ada
       Di setiap kumembuka mata
       Sejujurnya kuingin selalu dengar namamu
       Disebut di mana pun aku melangkah
Sepenuhnya kuingin selalu dengar suaramu
Di nyata dan di tidurku
Ingin selalu dengar I LOVE YOU darimu yang terkasih <3

+puisi cinta +Puisi Artikel  +PUISI CINTA +puisi sastra +sastra, olahraga, curhat, puisi +Sajak, Puisi, dan Sastra Tentang Kehidupan +Puisi Cinta 

Minggu, 04 Desember 2011

Terlalu besar rasaku untukmu
Menjalar di setiap ingatanku tentangmu
24 jam tak cukup tuk buktikan rasaku
Ratusan lagu pun tak cukup buktikan cintaku

Sayang, dengarlah..

Untukmu kuserahkan semua hatiku
Dan karenamu kukenal arti mencinta