Dear Past, Thank You for All The Lesssons

There is no time to see backwards. Your future is still pure enough.

The only thing worse than being blind is having sight but no vision

When something bad happens, you have three choices. You can either let it define you, let it destroy you, or you can let it strengthen you.

Do You Know? You are Your Own Hero. Be Brave!

Don't die from a broken heart.

It is Never Too Late to be What You Might Have Been

If you were not happy with yesterday, try something different today. Don't stay stuck.

Things Work Out Best for Those Who Makes The Best of How Things Work Out.

Just believe in yourself. Even if you don't, pretend that you do, and at some point, you will.

If reading is HOT and writing is COOL. Therefore, read my writing is an awesome thing.

Kamis, 15 Mei 2014

I Don't Dreaming !!

Haii, pagi ini aku mau cerita soal apa yang menimpaku barusan ini. Aku benar-benar shock, gak nyangka bakal alamin hal yang seperti ini. Cerita ini aku mulai sejak tadi malam, sama seperti sekarang ini, tadi malam sekitar pukul 10 aku sedang bermain laptop. Dan tiba-tiba aja aku mendengar ada suara yang jatuh dari atas, ternyata cicak, pas di belakangku, di atas tempat tidur, tinggal sedikit lagi jaraknya baru cicak itu jatuh mengenai tubuhku. Ini udah suatu pertanda, pertanda buruk bakal ada hal sial yang akan menimpaku. Awalnya aku gak percaya, cuman ya, aku penasaran itu artinya apa. Aku langsung searching di google, pertanda cicak jatuh itu apa. Yang benar aja, semua artikel yang di google bilang itu pertanda sial. Siap-siap aja kalau sesuatu yang buruk bakal terjadi sama kamu. Jujur aku sedikit parno malam itu, aku bukan mikirin penyebabnya ke diriku sendiri, gak! Yang kukhawatirkan justru orangtua, keluarga, juga pacarku. Om google bilang, kalau kamu kejatuhan cicak baik itu mengenai tubuhmu atau tidak, segera bunuh cicaknya, biar sesuatu yang buruk itu gak jadi menimpa kamu. Ah, aku mana tega!! Jadi aku biarin aja cicaknya pergi entah ke mana.

Malam itu aku tidur jam setengah dua belas. Seperti biasa, aku kalau tidur harus matiin lampu. Gak enak rasanya kalau aku tidur lampunya masih nyala. Aku bukan tipe orang yang penakut, gak! Aku sendiri tipe orang yang pemberani, bahkan sama hal yang bersifat horror sekali pun. Malam itu aku berdoa, supaya Tuhan menjauhkan aku dan semua orang-orang yang kusayang dari marabahaya, apa pun itu! Aku tidur juga dengan rosario di genggaman tanganku. Aku bukannya terlalu percaya sama mitosnya si cicak, bukan! Aku tahu kuasa Tuhan itu lebih hebat dibanding sekedar mitos kejatuhan cicak. Tapi jujur, ada sedikiiiiiiiiiitttt ketakutan yang menemaniku malam itu.

Sebelum tidur, aku setting profil HP dulu. Aku buat volume nada dering SMS, telepon, sampai volume yang paling kencang, karena paginya kami akan membuat surprise sama seorang teman kami yang lagi berulang tahun, jadi pasti tengah malam nanti aku dihubungin sama teman-teman yang lain, supaya datang ke bawah. Kebetulan, di kosan ini kamarku di atas sendirian, dan teman-temanku kamarnya di bawah. Nah, pas banget, tengah malamnya sekitar jam 12.59 aku dapat SMS dari seorang temanku, yang isinya nanyain aku lagi di mana, dan udah tidur apa belum. Tapi aku males bangun, rasanya masih ngantuk banget. Sekitar pukul 00.10, seorang temanku yang lain datang menjemputku langsung ke kamar, akhirnya aku bangun dan turun ke bawah. Eh, yang lainnya udah pada tidur. Jadi kami balik ke kamar masing-masing, surprise ulang tahunnya dikasih besok pagi aja.

Pagi-pagi tadi sekitar jam  enam, aku dijemput lagi sama temanku yang jemput aku tadi malam. Kami pun pergi ke bawah, ke salah satu kamar temanku yang lain lagi, menyiapkan kue ulang tahun dan sebagainya. Lalu kami pergi ke kamar yang berulang tahun, bla bla bla bla bla bla, acara selesai.

Setelah semuanya selesai dan beberapa orang sudah keluar dari kamar itu, ada yang pergi masak, ada yang balik ke kamarnya. Aku masih nagntuk dan tidur di kamar. Sampai pada saatnya aku sendirian di kamar itu, pintu dalam keadaan tertutup. Ya, tertutup!!

Ini inti dari ceritaku sekarang ini. Saat ini, saat aku menuliskan cerita ini, aku baru saja kembali ke kamarku sendiri. Tadi waktu tidur di kamar temanku itu, jujur aku GAK BISA BERGERAK SAMA SEKALI. AKU BUKAN MIMPI, BUKAN!! Aku mendengar suara teman-temanku di dapur, sedang memasak. Karena dapur ke kamar itu jaraknya sangat dekat. Saat itu laptop juga masih hidup, bahkan sedang memutar lagu-lagu rohani. Ya, aku mendengar lagu itu sangat jelas di telingaku, dan aku bisa mengikuti kata demi katanya. Itu bukti kalau aku BUKAN SEDANG BERMIMPI!! Aku mendengar banyak sekali suara langkah-langkah kaki di kamar itu. Oh Tuhan, bahkan sekarang saat aku menulis kalimat ini, aku begitu merinding, leherku tegang. Banyak juga aku mendengar suara-suara, seperti suara ngobrol-ngobrol, berlari-lari, ada pula yang menghembuskan udara berkali-kali di kepalaku. Tapi saat itu aku benar-benar tidak bisa membuka mata, tidak bisa bergerak, tidak bisa berteriak. Aku sudah mencoba sekuat mungkin untuk menggerakkan tanganku, untuk hanya sekedar membuatkan tanda salib, tapi tetap aja gak bisa. Aku pengen banget teriak sekencang-kencangnya manggil teman-temanku yang lagi di dapur supaya mereka datang melihatku saat itu. Pengen banget supaya tiba-tiba ada satu orang yang bukain pintu, supaya aku terlepas dari posisi saat itu. Itu rasanya benar-benar panas, ya, benar-benar panas. Berkali-kali aku mencoba menenangkan diri, berkali-kali mengucap "Demi nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus, Amin" di dalam hatiku. Tapi semakin sulit aku bergerak, semakin tidak bisa aku berteriak. Padahal jelas-jelas, aku mendengar suara teman-temanku di dapur, aku mendengar suara lagu rohani yang sedang diputar di laptop, dan aku juga mendengar banyak keributan di kamar itu. Padahal aku sendirian. Jelas saja, mereka BUKAN MANUSIA. Yang jelas mereka itu makhluk lain.

Sekali lagi, aku bukan tipe orang yang penakut, tidak! Aku termasuk orang yang pemberani. Bahkan menonton horror pun adalah hobiku. Sekali pun aku menontonnya sendirian. Posisi tidurku saat itu menyamping menghadap dinding. Jadi aku membelakangi bagian yang kosong di kamar itu. Di situlah mungkin "MEREKA" sedang berlarian, berjalan-jalan, berkumpul, dan satu yang paling buat aku shock tadi itu, ada beberapa yang kurasakan sangaaaaaaaat dekat denganku, ada yang menyentuh-nyentuh bagian punggung belakangku, menghebus-hembuskan udara di sekitar kepalaku. Di telingaku kedengaran sangat ribut suara degungan, seperti suara seorang pria besar, suaranya serak-serak. Itu yang paling buat aku shock tadi itu. Aku benar-benar berharap ada satu orang saja yang datang dan membukakan pintu, supaya aku terlepas dari posisi itu.

Dan akhirnya, entah kenapa, tiba-tiba semuanya hening, aku bisa bergerak dan membuka mata, jelas saja aku langsung duduk di tempat tidur, melihat sekitar, membuatkan tanda salib dan berkata "Demi nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus, Amin". Aku langsung beranjak dan membuka pintu, pas sekali, seorang temanku datang dan sudah berada di depan pintu. Kalau aku berpikir, "MEREKA" yang sejak tadi ada di kamar itu sudah tahu ada temanku yang mau datang, makanya "MEREKA" membiarkanku lepas. AKU BUKAN BERMIMPI!!

Tapi aku gak menceritakan ini ke teman-temanku, aku khawatir mereka bakal takut, apalagi yang punya kamar. Padahal, kamar itu baru dihuni dia semalam, ya, dia baru pindah ke kamar itu, dan itulah hari pertama dia tidur di situ. Aku buru-buru pergi ke kamarku, mengambil rosario dan berdoa sebentar. Aku baru menceritakan ini sama mama, sama adikku yang cowok juga. Aku masih belum menyangka, rasanya benar-benar sial. Sampai sekarang kalau kalian menyentuh punggungku, panasnya bakal beda sama bagian tubuhku yang lain. Ah, aku tahu tadi itu "MEREKA" benar-benar menyentuhku.

Mungkin itulah hal buruk yang menimpaku, sebagai pertanda dari kejatuhan cicak tadi malam. Tapi, bagaimanapun juga, kuasa Tuhan itu jauh lebih besar, jadi kalau misalnya kalian juga suatu saat bakal ngalamin hal yang sama, gak usah langsung dibawa takut, dibawa khawatir, yang penting tenang aja, berdoa sama Tuhan. Aku yakin kita semua punya agama kan? Tuhan itu gak bakal tinggal diam. Semuanya tergantung sama kita mau meletakkan kepercayaan apa gak. Intinya, "MEREKA" itu memang ada, "MEREKA" ada di sekitar kita, jadi jangan pernah sombong, jangan pernah berbuat hal-hal yang mungkin bisa buat "MEREKA" marah dan jangan ganggu "MEREKA".

Ceritaku kali ini mungkin horror banget, aku sendiri juga mengakui, ini hal yang benar-benar di luar dugaanku. Ya udahlah, kunci dari semuanya itu adalah DOA, ya, DOA :')

Kamis, 03 April 2014

Thanks God for everything that I have receive as long as my age. In the past, I was ever asking about why did You create me? So many questions that I save in my mind. And now, I guess I have know about the answer. Because You wanna send me to make live of people around me more colourfull :')

Sabtu, 29 Maret 2014

What A Pity Story

There is a story of me
It is a pity
I am an awesome poor girl in this era

How can I walked alone just to pick seven hundred thousand rupiahs money for a devil one?

I can't hold this pain
Everytime I remember, that's invite the tears fall
I am asking my own self
If I am crying, it will make my money come back?
STUPID !!!
I am an IDIOT !!!

Could you think how if you get this situation?
This difficult position?
When your father transfer your childboard room fee, then someone take it with so simple
Could you understand the meaning of this tears?
Could you understand how my father work hard to get that money?
Hey BRENGSEK !!
Back my money !
Give it come back to me !

They ask me to keep calm
To hold a positive perspective
They said to me, "You have to believe that your money will come back"
I just said, "Amen"

They don't know, everytime I am smile
I want to cry in the same time

Where I have to go to find my money?
So I can get it come back to me

I am sorry if I am a careless before
This problem make me to humble my own self
I want to say:
Hey Nel, don't you know?
You are a pity, poor, stupid, crazy, idiot, cruel, and an awesome careless !!!

Where you throw awayyour brain?
Look at your family, they worry about you
You don't think it before huh?
So what I have to do?
So what I have to look for?

Selasa, 24 Desember 2013

MY DREAMS :)

1. I am going to be a real writer and present my novel to public as soon as.
2. I will bring my family to "ROMA".
3. After finish S1, I am going to continue to S2.
4. I will have my own beautiful house before I get married. All about "PINK".
5. I am going to upgrade my parents's house.
6. I will go to Raja Ampat with someone special someday. I hope that.
7. Before graduate from Brawijaya, I will fill my account with my own money. 
8. I will speak English fluently.
9. I will work in the taxation field with income tens million per month.
10. I am going to have a good husband in my future. He loves me. He loves my family.
11. I am going to have two children if I have get married. We will be a happy family.
12. I am going to have white and glowing skin, free from acne, and more fat body. Tadaaaa :D
13. I will have a private room in my bedroom, it used to my cosmetics specially. Don't forget, it full with dress, shoes, bag, and the others. All in "PINK".
14. I will accompany my children to their school by personal car. Every morning. And I want the "PINK" car. 
15. I want to reach all this dreams. Promise !!!

==> IF YOU CAN DREAM, YOU ARE GOING TO REACH IT <==

Rabu, 18 Desember 2013

Perahu Kita Seharusnya Bisa

Kupikir perahu kita akan berlayar lancar
Tiap gerakan dayungannya seolah sudah sempurna
Perahunya juga bagus, bagus tanpa cela
Sudah dipoles dengan ukiran nama,
Atau juga cat mahal hasil import luar negeri :D

Kupikir perahu kita akan berlayar mulus
Melaju terus menuju cita-cita
Mendayung perlahan tapi pasti
Ke sebuah dermaga yang ada gerejanya :D
Tapi itu semua, hanya "kupikir"

Ternyata perahu yang dipoles sempurna pun bisa hanyut
Ditelan luasnya samudera berinvestasi ikan berduri
Kini baru tersadar
Tak hanya polesan ukiran nama yang dibutuhkan
Seharusnya ada kewibawaan
Ke mana si nahkoda akan membawa perahunya berlayar

Tak bisa lagi aku berteriak minta tolong
Perahuku sudah hanyut
Dan sekarang dibawa ombak
Pergi menepi ke dermaga orang
Bukan lagi dermaga yang ada gerejanya
Tapi ke dermaga dia yang pernah menjalin hubungan dengan nahkodaku

Tuhan memberkati kalian berdua :')

Minggu, 01 Desember 2013

Aku yang Bisa Mereka Banggakan

Orangtuaku adalah orang hebat. Mereka guru, pekerja keras, dan aku sangat bangga kepada mereka. Kenalkan !! Aku adalah anak bangsa, putri Indonesia. Aku terlahir di tempat indah di Sumatera Utara. Itu surgaku. Danau Toba adalah emas kebanggaan kami. Aku anak pertama. Dan ..... Aku putri Batak.
Sewaktu kecil, aku telah sedikit tahu bahwa kami orang Batak, menganut sistem patrilineal. Marga itu diturunkan dari laki-laki.  Dan kami yang perempuan, ibaratnya harga jualnya itu tidak setinggi anak laki-laki. Motivasiku yang pertama adalah itu. Bahwa aku bisa bersaing dengan mereka. Aku memulai pendidikanku di bangku TK. Berlanjut ke bangku Sekolah Dasar, kelas satu sampai kelas tiga aku selalu mendapat peringkat juara di dalam kelas. Tapi setelahnya, nilai-nilaiku mulai merosot hingga tamat dari sana. Dan perjuanganku yang sesungguhnya kumulai sejak aku memasuki masa putih biru. Tanggung jawabku mulai besar di sini. Karena di mana aku SMP, ibuku mengajar di sana. Sebagai anak pertama, aku punya tanggung jawab besar sebagai pedoman kepada ketiga adikku. Mama pernah bilang, kalau aku gagal, ketiga adikku pun akan gagal. Sebaliknya, kalau aku sukses, kemungkinan besar mereka pun akan mengikuti jejak yang sama.
Ada banyak beban yang sebenarnya kupikul di pundakku. Semakin aku dewasa, semakin kumengerti betapa mahalnya arti sebuah pendidikan. Aku terlahir bukan di keluarga yang serba berkecukupan. Kedua orangtua adalah guru. Kadang miris sebenarnya, melihat setiap perjuangan mereka untuk menyekolahkan keempat anaknya. Sering kudengar dari mereka tentang uang belanja yang tidak cukup atau bahkan gaji yang dipotong dengan utang. Tapi hebatnya, mereka tidak pernah mengeluh tentang uang sekolah kami. Padahal kami semua disekolahkan di sekolah swasta sejak TK sampai SMP. Mengingat uang sekolah swasta yang tidak main-main mahalnya, aku yakin pantas untuk mengacungkan jempol kepada orangtuaku tercinta.
Itulah alasan kuat kenapa aku harus menghadiahkan kesuksesan kepada orangtuaku. Bukankah tugas seorang anak itu adalah membahagiakan orangtuanya? Aku sangat sadar mereka telah membesarkanku sejak kecil hingga sekarang. Kenapa susah untuk membalas semua itu? Ditambah lagi aku adalah anak pertama. Masih ada tiga adik yang selalu melihat ke atas untuk mencontoh jejak dari seorang kakak, panutan mereka. Aku ingin sekali membuat bangga keluarga, terutama orangtuaku.
Di masa putih biruku, aku sadar tentang semua tenaga yang kuporsir demi kesuksesan di masa itu. Seringkali aku menggunakan waktu tidurku untuk belajar, belajar, dan belajar. Terkadang mama akan setia menemaniku. Bahkan sampai tertidur ketika mengawasiku mengerjakan tugas sekolah yang menumpuk. Hanya secuil dari hasil keringat itu, tiap semester aku memang selalu membawa pulang piagam penghargaan di pengumuman juara. Baik itu juara kelas atau juara umum. Begitu juga di masa putih abu-abu. Bahkan kurasa semakin keras perjuangan itu.
Seiring berjalannya waktu, tibalah saat-saat yang mendebarkan bagi semua anak kelas dua belas. Beberapa bulan yang lalu, tepatnya pada hari pengumuman SNMPTN, aku merasa bahwa semua perjuanganku sudah terbayar dengan sempurna. Aku melihat pengumuman itu bukan bersama orangtua atau saudara siapa pun. Posisiku saat itu adalah di ibukota, mengikuti bimbingan belajar intensive. Siapa yang mengira aku lulus seleksi itu? Memang benar, Tuhan akan membukakan pintu keberhasilan kepada siapa yang berusaha dengan tekun. Kurasa Dia begitu baik.
“Tidak ada yang mahal untuk pendidikan. Kami akan perjuangkan apa pun demi kesuksesanmu,” kata Bapakku sewaktu kami tahu uang Rp 13 juta harus dibayarkan untuk UKT pertama. “Tugasmu hanya berusaha untuk meraih cita-citamu sendiri, untuk kebahagiaanmu, panutan kepada adik-adikmu.”  Aku mendengar semua kata-kata hebat itu disertai dengan barisan air mata semangat dan kepuasan. Rasa bahagia mengucur sempurna dekat nadiku. Sampai sekarang benar masih tersimpan rapi dalam memori.

Sekarang aku ada di sini. Sebagai seorang mahasiswi FIA Perpajakan UB. Aku berjanji pada orangtuaku, pada keluargaku, dan pada diriku sendiri. Aku akan membawa kesuksesan itu pulang ke hadapan mereka. Mengukir jejak yang indah yang pantas untuk ditiru oleh ketiga adikku. Karena aku, adalah anak pertama yang keluargaku bisa banggakan.

Minggu, 18 Agustus 2013

Sejauh itukah Medan-Malang ?

Terjaring aku oleh angin malam
Berjalan berdebu di bawah langit yang mengabu
Kudengar lembut suara kekasih
Bergerak sepoi, mengucur sempurna dekat nadiku
         Terjebak seketika di bawah pengaruh magnet
         Yang kian mendorong jauh
         Kian dekat kutatap masa depanku
         Tapi kian jauh kekasih dari pandanganku
         Positif tak bisa bersatu dengan negatif
         Dicoba berdekatan, malah semakin jauh akan menghindar
Ya Tuhan...
Sejauh itukah Medan-Malang ?
Miris kuresapi makna kata selamat jalan bagiku
Aku beranjak pergi tanpa bisa bertemu sebentar saja dengan kekasihku
         Selamat pagi Kualanamu
         Bisakah kau jawab teka-tekiku ?
         Kapan lagi aku kan menginjakkan kaki di bandaramu ?
         Simpan saja dalam suara bisingmu
         Kelak waktu yang akan menjawabnya dengan kata selamat datang bagiku
Sudah lepas aku dengan deraian air mata
Hanya cinta yang bisa kutinggalkan untukmu
Dan kata-kata yang selaras terucap dari bibirku
Goodbye and i love you

Jumat, 16 Agustus 2013

Cinta Belum Tersadar

Berjalan ku perlahan di antara kerikil
Menggorekan beberapa luka di tapak kakiku
Mulai tampak sedikit berwarna kemerahan
Bahkan pedih hingga meringis kesakitan
        Ibaratkanlah kau kerikil itu kasih
        Perlahan aku menelusuri jejak hatimu dengan ketenangan
        Tapi kau goreskan luka di hati
        Mencari-cari kesalahanku di antara kekeliruanmu
Terhitung hari di mana aku merindukanmu
Kupanggil namamu bahkan di dalam tidur
Ternyata cinta belum tersadar
Kau bersua dengan yang lain selagi aku mengkhawatirkanmu
        Katakan bilamana dia lebih baik dariku
        Jangan takut kau terus berada dalam kekanganku
        Kan kulepas pergi kau dengan sayap-sayap keiklasan
        Kupastikan tiba dengan kesejukan di tempat yang lain
Karena sebenarnya cinta tak harus memiliki
Mungkin tak kau dapat yang sempurna dalam diriku
Atau karena kau belum mengerti besarnya rasa cintaku ?
         Esok kuharap kupu-kupu kan menuntunmu kembali
         Membawa cinta yang telah tersadar
         Karena kan kuterima kau kembali
         Dan kita akhiri semua sakit ini

Kamis, 15 Agustus 2013

Cara Menempatkan Barang-Barang di Rumah Agar Tidak Berantakan

Guys, mungkin di rumah banyak yang punya barang berjubel padahal ruangan sudah terlalu padat untuk menyimpan barang-barang tsbt. Akibatnya ruangan-ruangan di rumah jadi terlihat sumpek. Saya punya beberapa tips bagaimana cara memanfaatkan ruangan atau properti lainnya sebagai tempat penyimpanan barang yang efektif.

Tips yang pertama.




Kita bisa membuat laci di bawah tangga seperti gambar di samping ini. Tangga adalah salah satu properti yang multifungsi di rumah. Kita bisa saja menyimpan buku, alat tulis lain, sepatu, sendal, atau barang apa saja yang memungkinkan untuk dimasukkan.



Tips yang kedua.



Yang kedua, tempat tidur. Guys, tempat tidur juga bisa kita sulap jadi tempat tidur yang multifungsi. Tempat tidur berlaci akan sangat membantu kamar kita agar terlihat lebih lapang. Barang-barang yang mungkin disimpan di sini adalah seperti buku, alat tulis lainnya, seprei tempat tidur, sarung bantal, dll.




+Alex Bernardus +Efah Mustaffa


Maddi Jane_Love Somebody