Dear Past, Thank You for All The Lesssons

There is no time to see backwards. Your future is still pure enough.

The only thing worse than being blind is having sight but no vision

When something bad happens, you have three choices. You can either let it define you, let it destroy you, or you can let it strengthen you.

Do You Know? You are Your Own Hero. Be Brave!

Don't die from a broken heart.

It is Never Too Late to be What You Might Have Been

If you were not happy with yesterday, try something different today. Don't stay stuck.

Things Work Out Best for Those Who Makes The Best of How Things Work Out.

Just believe in yourself. Even if you don't, pretend that you do, and at some point, you will.

If reading is HOT and writing is COOL. Therefore, read my writing is an awesome thing.

Sabtu, 24 Mei 2014

I Wanna be A New Person

Kadang aku ingin membuatkan perahu kertas, kemudian menuliskan semua kekecewaan dan semua masalah dalam hidupku. Membiarkannya berlayar sendirian di sebuah sungai, dan berharap semua masalah itu benar-benar akan berlayar pergi meninggalkan diriku, ya, tanpa meninggalkan setitik luka atau pun bekas.

Aku ingin menjadi manusia baru, setiap harinya, setiap aku bangun di pagi hari, menghirup udara baru dan melihat cahaya matahari baru di tanggal yang baru. Aku sadar bahwa belum sepenuhnya berjuang untuk hal terbaik di hidupku. Lalu aku juga sadar, akan pertanyaan "Bukankah seharusnya aku benar-benar harus berubah kalau sudah sadar akan kekurangan?"

Betapa bodohnya menjadi aku. Aku mengakui lebih banyak menghindar dari masalah ketimbang menyelesaikan masalah itu sendiri. Aku tahu aku sering menghindari sesuatu yang akan menguji kemampuanku. Lalu bagaimana? Haruskah aku menyalakan api pertempuran itu? Menyalakan peperangan antara diriku dengan kelemahanku.

Aku juga sering berpikir. Sudah sehebat apa aku ini? Sudah sepintar apa aku ini? Berani-beraninya mengundang kelemahan untuk bebas merajalela dalam diri sendiri. Setiap kudengar kata-kata yang menyudutkan, yah, seperti apa yang kupikirkan saat ini, aku ingin sekali membuktikan bahwa aku tidak akan seperti itu, aku tidak akan merasakan seperti apa yang mereka pernah rasakan sebelumnya. Tapi siapa yang bisa menebak nasib? Bahkan untuk nasibku sekalipun? Tidak ada yang bisa menjamin kan?

Makanya aku ingin selalu menjadi manusia yang baru di setiap tanggal baru. Aku ingin memastikan bahwa aku tak akan kehilangan cahaya terang masa depanku kelak. Aku ingin melakukan itu. Menggenggam semuanya di kedua kepalan tanganku, menjaganya agar tetap dan selalu ada dalam pikiranku.

Apa aku salah jika mengharapkan menjadi seorang yang selalu dan paling paling paling terbaik? Jelas saja, jika aku mengharapkannya tanpa perjuangan yang paling baik juga.

Kadang aku juga ingin meminta, agar segera aku dilemparkan pada sekelompok orang yang jelas sama dengan jalan pikiranku. Di tempat di mana aku dapat merubah kelemahan-kelemahanku. Jujur aku ingin belajar. Aku sadar aku tak mampu sendiri. Tapi satu sisi dalam diriku lebih memihak untuk sendiri. Sekali lagi, haruskah kunyalakan tanda peperangan itu? Bertempur serius dengan jalan pikiran sendiri.

Kamis, 22 Mei 2014

This is My Wish for My Next Birthday

Pas aku lagi buka ask.fm, pertanyaan ini muncul kepadaku:

"Bagaimanakah cara kamu akan merayakan ulang tahun kamu yang berikutnya?"

Yang terlintas di pikiranku adalah "Balige". Aku mau merayakan ulang tahunku di tahun ini di rumah, sama orang mama, bapak, adek-adekku. Dimasakin ayam sama mama, terus disisahin kepala ayamnya. Semua keluargaku tahu aku suka kepala ayam. Mulai dari keluarga dari mama, sampai keluarga dari bapak, orang itu gak pernah buang kepala ayam kalau pas menu makanan kami ayam, gak pernah juga dikasihin sama orang lain, itu kepalanya pasti dipisahin khusus buatku.

Mereka pasti bilang gini, "Mana si Nella, ini ada kepala ayam," Orang itu hapal sama kebiasaanku yang pasti cari kepala ayam kalau memang menu kami saat itu adalah ayam.

Aku pengen Juni ini aku makan kepala ayam yang dimasakin sama mamaku, makan di rumahku, di tikar di ruang tamu rumahku, sama mama, bapak, adek-adekku, sambil nonton tv dan didoakan di saat itu.

Aku juga pengen ada Samuel di hari ulang tahunku, mengajakku keluar, menemaniku meniup lilin dan menyuapiku sepotong kue. 

Aku rindu rumah Tuhan :'). Aku pengen pulang :') Aku rindu pelukan mama, aku rindu bermain internet pake laptop bapak, aku rindu pasang musik keras-keras di tv di ruang tamu, aku rindu nyapu dan ngepel rumah pagi-pagi pas semua orang udah berangkat ke sekolah, aku rindu tidur di kamarku sama si Eva, aku rindu berkaca di lemari besar di kamarku, aku rindu nonton tv di kamar mama, aku rindu dibonceng sama si Bernard, aku rindu bukain pintu rumah pas si Ivan udah pulang sekolah, aku rindu ditelpon sama Bapak untuk nyuruh dijemput dari sekolahnya, aku rindu jemur kain di halaman samping, aku rindu mencuci pake mesin cuci, aku rindu mandi di kamar mandiku, aku rindu sama selimut kesayanganku, aku rindu sama boneka-bonekaku, aku rindu semuanya tentang rumahku, semuanya tentang keluargaku, semuanya tentang Balige.

Aku mau itu semua ada di hari ulang tahunku di tahun ini. Aku mau itu Tuhan :')

Minggu, 18 Mei 2014

Bahkan Gravitasi Sekali pun Tak Menghalangi Cinta

Hai halo halo haii :D

Hari ini aku bakal sedikit bercerita tentang filem. Anak-anak yang baik hati (perasaan udah jadi orangtua :D), emmm, ini filem yang bercerita tentang kisah cinta antara seorang pemuda dari kalangan miskin dengan seorang gadis dari kalangan atas. Nah, jadi ceritanya, di filem ini, ada dua dunia yang memiliki gravitasi yang berbeda. Si cowok berada di dunia bawah sementara si cewek berada di dunia atas. Dunia bawah ini merupakan dunia yang bisa dikatakan dunianya orang miskin, tidak menarik, dan kelam. Sementara si cewek berada di dunia atas, yang mana, dunia atas ini jauh lebih menyenangkan, sudah modern, mewah, dan dunianya orang kaya.

Who knows the tittle of the film that I mean? Yes, judulnya adalah UPSIDE DOWN yang dirilis pada Agustus 2012, namun mulai tayang pada tahun 2013 di bioskop Indonesia. jeng jere jeng jeng. :D

Film kece ini disutradarai oleh Juan Solanas. Si cowok yang aku ceritakan tadi namanya adalah Adam, Adam Kirk, yang diperankan oleh aktor Jim Sturgess. Dan si cewek, namanya adalah Eden, Eden Moore, yang diperankan oleh aktris cantik yang tidak lebih cantik dariku (maaf saya tidak bermaksud :D), Kirsten Dunst. Yuhuuuuu :D

Kenapa aku tiba-tiba bercerita tentang filem sementara blog ku ini sebelumnya bercerita tentang puisi-puisi ku, dan semacamnya? Karena kebetulan, memang saat aku sedang menuliskan ini, aku baru aja selesai menonton filem yang kece banget ini. Yahh, this is an amazing idea for an amazing film too I think.

Aku rasa penulis filem ini sangat kreatif, di mana dia bisa menyatukan antara ilmu pengetahuan, kesenjangan sosial pada kenyataan sekarang ini, dengan kisah cinta yang begitu romantis. Bahkan gravitasi pun sama sekali tak menghalangi cinta mereka. Bagaimana mungkin dua orang yang saling menyayangi akan bersatu padahal mereka berasal dari dua dunia yang memiliki gaya gravitasi yang juga berbeda? Bagaimana caranya mereka bisa bertemu? Gimana endingnya? Apakah mereka akan terpisah atau akan hidup bersama selamanya? Kalau kalian penasaran, tonton aja filemnya langsung, aku nggak bakal bercerita banyak, supaya kalian tahu sendiri gimana kecenya ide filem ini. Yang jelas, si cewek nantinya bakal hamil. What? Hamil? Gimana bisa? Ya bisalah. Makanya tonton filemnya aja yah. Kalau kalian udah nonton, saya jamin kalian juga pasti berpendapat yang sama dengan saya, kalau filem ini benar-benar kece.

SELAMAT MENONTON ;)


Kamis, 15 Mei 2014

I Don't Dreaming !!

Haii, pagi ini aku mau cerita soal apa yang menimpaku barusan ini. Aku benar-benar shock, gak nyangka bakal alamin hal yang seperti ini. Cerita ini aku mulai sejak tadi malam, sama seperti sekarang ini, tadi malam sekitar pukul 10 aku sedang bermain laptop. Dan tiba-tiba aja aku mendengar ada suara yang jatuh dari atas, ternyata cicak, pas di belakangku, di atas tempat tidur, tinggal sedikit lagi jaraknya baru cicak itu jatuh mengenai tubuhku. Ini udah suatu pertanda, pertanda buruk bakal ada hal sial yang akan menimpaku. Awalnya aku gak percaya, cuman ya, aku penasaran itu artinya apa. Aku langsung searching di google, pertanda cicak jatuh itu apa. Yang benar aja, semua artikel yang di google bilang itu pertanda sial. Siap-siap aja kalau sesuatu yang buruk bakal terjadi sama kamu. Jujur aku sedikit parno malam itu, aku bukan mikirin penyebabnya ke diriku sendiri, gak! Yang kukhawatirkan justru orangtua, keluarga, juga pacarku. Om google bilang, kalau kamu kejatuhan cicak baik itu mengenai tubuhmu atau tidak, segera bunuh cicaknya, biar sesuatu yang buruk itu gak jadi menimpa kamu. Ah, aku mana tega!! Jadi aku biarin aja cicaknya pergi entah ke mana.

Malam itu aku tidur jam setengah dua belas. Seperti biasa, aku kalau tidur harus matiin lampu. Gak enak rasanya kalau aku tidur lampunya masih nyala. Aku bukan tipe orang yang penakut, gak! Aku sendiri tipe orang yang pemberani, bahkan sama hal yang bersifat horror sekali pun. Malam itu aku berdoa, supaya Tuhan menjauhkan aku dan semua orang-orang yang kusayang dari marabahaya, apa pun itu! Aku tidur juga dengan rosario di genggaman tanganku. Aku bukannya terlalu percaya sama mitosnya si cicak, bukan! Aku tahu kuasa Tuhan itu lebih hebat dibanding sekedar mitos kejatuhan cicak. Tapi jujur, ada sedikiiiiiiiiiitttt ketakutan yang menemaniku malam itu.

Sebelum tidur, aku setting profil HP dulu. Aku buat volume nada dering SMS, telepon, sampai volume yang paling kencang, karena paginya kami akan membuat surprise sama seorang teman kami yang lagi berulang tahun, jadi pasti tengah malam nanti aku dihubungin sama teman-teman yang lain, supaya datang ke bawah. Kebetulan, di kosan ini kamarku di atas sendirian, dan teman-temanku kamarnya di bawah. Nah, pas banget, tengah malamnya sekitar jam 12.59 aku dapat SMS dari seorang temanku, yang isinya nanyain aku lagi di mana, dan udah tidur apa belum. Tapi aku males bangun, rasanya masih ngantuk banget. Sekitar pukul 00.10, seorang temanku yang lain datang menjemputku langsung ke kamar, akhirnya aku bangun dan turun ke bawah. Eh, yang lainnya udah pada tidur. Jadi kami balik ke kamar masing-masing, surprise ulang tahunnya dikasih besok pagi aja.

Pagi-pagi tadi sekitar jam  enam, aku dijemput lagi sama temanku yang jemput aku tadi malam. Kami pun pergi ke bawah, ke salah satu kamar temanku yang lain lagi, menyiapkan kue ulang tahun dan sebagainya. Lalu kami pergi ke kamar yang berulang tahun, bla bla bla bla bla bla, acara selesai.

Setelah semuanya selesai dan beberapa orang sudah keluar dari kamar itu, ada yang pergi masak, ada yang balik ke kamarnya. Aku masih nagntuk dan tidur di kamar. Sampai pada saatnya aku sendirian di kamar itu, pintu dalam keadaan tertutup. Ya, tertutup!!

Ini inti dari ceritaku sekarang ini. Saat ini, saat aku menuliskan cerita ini, aku baru saja kembali ke kamarku sendiri. Tadi waktu tidur di kamar temanku itu, jujur aku GAK BISA BERGERAK SAMA SEKALI. AKU BUKAN MIMPI, BUKAN!! Aku mendengar suara teman-temanku di dapur, sedang memasak. Karena dapur ke kamar itu jaraknya sangat dekat. Saat itu laptop juga masih hidup, bahkan sedang memutar lagu-lagu rohani. Ya, aku mendengar lagu itu sangat jelas di telingaku, dan aku bisa mengikuti kata demi katanya. Itu bukti kalau aku BUKAN SEDANG BERMIMPI!! Aku mendengar banyak sekali suara langkah-langkah kaki di kamar itu. Oh Tuhan, bahkan sekarang saat aku menulis kalimat ini, aku begitu merinding, leherku tegang. Banyak juga aku mendengar suara-suara, seperti suara ngobrol-ngobrol, berlari-lari, ada pula yang menghembuskan udara berkali-kali di kepalaku. Tapi saat itu aku benar-benar tidak bisa membuka mata, tidak bisa bergerak, tidak bisa berteriak. Aku sudah mencoba sekuat mungkin untuk menggerakkan tanganku, untuk hanya sekedar membuatkan tanda salib, tapi tetap aja gak bisa. Aku pengen banget teriak sekencang-kencangnya manggil teman-temanku yang lagi di dapur supaya mereka datang melihatku saat itu. Pengen banget supaya tiba-tiba ada satu orang yang bukain pintu, supaya aku terlepas dari posisi saat itu. Itu rasanya benar-benar panas, ya, benar-benar panas. Berkali-kali aku mencoba menenangkan diri, berkali-kali mengucap "Demi nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus, Amin" di dalam hatiku. Tapi semakin sulit aku bergerak, semakin tidak bisa aku berteriak. Padahal jelas-jelas, aku mendengar suara teman-temanku di dapur, aku mendengar suara lagu rohani yang sedang diputar di laptop, dan aku juga mendengar banyak keributan di kamar itu. Padahal aku sendirian. Jelas saja, mereka BUKAN MANUSIA. Yang jelas mereka itu makhluk lain.

Sekali lagi, aku bukan tipe orang yang penakut, tidak! Aku termasuk orang yang pemberani. Bahkan menonton horror pun adalah hobiku. Sekali pun aku menontonnya sendirian. Posisi tidurku saat itu menyamping menghadap dinding. Jadi aku membelakangi bagian yang kosong di kamar itu. Di situlah mungkin "MEREKA" sedang berlarian, berjalan-jalan, berkumpul, dan satu yang paling buat aku shock tadi itu, ada beberapa yang kurasakan sangaaaaaaaat dekat denganku, ada yang menyentuh-nyentuh bagian punggung belakangku, menghebus-hembuskan udara di sekitar kepalaku. Di telingaku kedengaran sangat ribut suara degungan, seperti suara seorang pria besar, suaranya serak-serak. Itu yang paling buat aku shock tadi itu. Aku benar-benar berharap ada satu orang saja yang datang dan membukakan pintu, supaya aku terlepas dari posisi itu.

Dan akhirnya, entah kenapa, tiba-tiba semuanya hening, aku bisa bergerak dan membuka mata, jelas saja aku langsung duduk di tempat tidur, melihat sekitar, membuatkan tanda salib dan berkata "Demi nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus, Amin". Aku langsung beranjak dan membuka pintu, pas sekali, seorang temanku datang dan sudah berada di depan pintu. Kalau aku berpikir, "MEREKA" yang sejak tadi ada di kamar itu sudah tahu ada temanku yang mau datang, makanya "MEREKA" membiarkanku lepas. AKU BUKAN BERMIMPI!!

Tapi aku gak menceritakan ini ke teman-temanku, aku khawatir mereka bakal takut, apalagi yang punya kamar. Padahal, kamar itu baru dihuni dia semalam, ya, dia baru pindah ke kamar itu, dan itulah hari pertama dia tidur di situ. Aku buru-buru pergi ke kamarku, mengambil rosario dan berdoa sebentar. Aku baru menceritakan ini sama mama, sama adikku yang cowok juga. Aku masih belum menyangka, rasanya benar-benar sial. Sampai sekarang kalau kalian menyentuh punggungku, panasnya bakal beda sama bagian tubuhku yang lain. Ah, aku tahu tadi itu "MEREKA" benar-benar menyentuhku.

Mungkin itulah hal buruk yang menimpaku, sebagai pertanda dari kejatuhan cicak tadi malam. Tapi, bagaimanapun juga, kuasa Tuhan itu jauh lebih besar, jadi kalau misalnya kalian juga suatu saat bakal ngalamin hal yang sama, gak usah langsung dibawa takut, dibawa khawatir, yang penting tenang aja, berdoa sama Tuhan. Aku yakin kita semua punya agama kan? Tuhan itu gak bakal tinggal diam. Semuanya tergantung sama kita mau meletakkan kepercayaan apa gak. Intinya, "MEREKA" itu memang ada, "MEREKA" ada di sekitar kita, jadi jangan pernah sombong, jangan pernah berbuat hal-hal yang mungkin bisa buat "MEREKA" marah dan jangan ganggu "MEREKA".

Ceritaku kali ini mungkin horror banget, aku sendiri juga mengakui, ini hal yang benar-benar di luar dugaanku. Ya udahlah, kunci dari semuanya itu adalah DOA, ya, DOA :')

Kamis, 03 April 2014

Thanks God for everything that I have receive as long as my age. In the past, I was ever asking about why did You create me? So many questions that I save in my mind. And now, I guess I have know about the answer. Because You wanna send me to make live of people around me more colourfull :')

Sabtu, 29 Maret 2014

What A Pity Story

There is a story of me
It is a pity
I am an awesome poor girl in this era

How can I walked alone just to pick seven hundred thousand rupiahs money for a devil one?

I can't hold this pain
Everytime I remember, that's invite the tears fall
I am asking my own self
If I am crying, it will make my money come back?
STUPID !!!
I am an IDIOT !!!

Could you think how if you get this situation?
This difficult position?
When your father transfer your childboard room fee, then someone take it with so simple
Could you understand the meaning of this tears?
Could you understand how my father work hard to get that money?
Hey BRENGSEK !!
Back my money !
Give it come back to me !

They ask me to keep calm
To hold a positive perspective
They said to me, "You have to believe that your money will come back"
I just said, "Amen"

They don't know, everytime I am smile
I want to cry in the same time

Where I have to go to find my money?
So I can get it come back to me

I am sorry if I am a careless before
This problem make me to humble my own self
I want to say:
Hey Nel, don't you know?
You are a pity, poor, stupid, crazy, idiot, cruel, and an awesome careless !!!

Where you throw awayyour brain?
Look at your family, they worry about you
You don't think it before huh?
So what I have to do?
So what I have to look for?

Selasa, 24 Desember 2013

MY DREAMS :)

1. I am going to be a real writer and present my novel to public as soon as.
2. I will bring my family to "ROMA".
3. After finish S1, I am going to continue to S2.
4. I will have my own beautiful house before I get married. All about "PINK".
5. I am going to upgrade my parents's house.
6. I will go to Raja Ampat with someone special someday. I hope that.
7. Before graduate from Brawijaya, I will fill my account with my own money. 
8. I will speak English fluently.
9. I will work in the taxation field with income tens million per month.
10. I am going to have a good husband in my future. He loves me. He loves my family.
11. I am going to have two children if I have get married. We will be a happy family.
12. I am going to have white and glowing skin, free from acne, and more fat body. Tadaaaa :D
13. I will have a private room in my bedroom, it used to my cosmetics specially. Don't forget, it full with dress, shoes, bag, and the others. All in "PINK".
14. I will accompany my children to their school by personal car. Every morning. And I want the "PINK" car. 
15. I want to reach all this dreams. Promise !!!

==> IF YOU CAN DREAM, YOU ARE GOING TO REACH IT <==

Rabu, 18 Desember 2013

Perahu Kita Seharusnya Bisa

Kupikir perahu kita akan berlayar lancar
Tiap gerakan dayungannya seolah sudah sempurna
Perahunya juga bagus, bagus tanpa cela
Sudah dipoles dengan ukiran nama,
Atau juga cat mahal hasil import luar negeri :D

Kupikir perahu kita akan berlayar mulus
Melaju terus menuju cita-cita
Mendayung perlahan tapi pasti
Ke sebuah dermaga yang ada gerejanya :D
Tapi itu semua, hanya "kupikir"

Ternyata perahu yang dipoles sempurna pun bisa hanyut
Ditelan luasnya samudera berinvestasi ikan berduri
Kini baru tersadar
Tak hanya polesan ukiran nama yang dibutuhkan
Seharusnya ada kewibawaan
Ke mana si nahkoda akan membawa perahunya berlayar

Tak bisa lagi aku berteriak minta tolong
Perahuku sudah hanyut
Dan sekarang dibawa ombak
Pergi menepi ke dermaga orang
Bukan lagi dermaga yang ada gerejanya
Tapi ke dermaga dia yang pernah menjalin hubungan dengan nahkodaku

Tuhan memberkati kalian berdua :')

Minggu, 01 Desember 2013

Aku yang Bisa Mereka Banggakan

Orangtuaku adalah orang hebat. Mereka guru, pekerja keras, dan aku sangat bangga kepada mereka. Kenalkan !! Aku adalah anak bangsa, putri Indonesia. Aku terlahir di tempat indah di Sumatera Utara. Itu surgaku. Danau Toba adalah emas kebanggaan kami. Aku anak pertama. Dan ..... Aku putri Batak.
Sewaktu kecil, aku telah sedikit tahu bahwa kami orang Batak, menganut sistem patrilineal. Marga itu diturunkan dari laki-laki.  Dan kami yang perempuan, ibaratnya harga jualnya itu tidak setinggi anak laki-laki. Motivasiku yang pertama adalah itu. Bahwa aku bisa bersaing dengan mereka. Aku memulai pendidikanku di bangku TK. Berlanjut ke bangku Sekolah Dasar, kelas satu sampai kelas tiga aku selalu mendapat peringkat juara di dalam kelas. Tapi setelahnya, nilai-nilaiku mulai merosot hingga tamat dari sana. Dan perjuanganku yang sesungguhnya kumulai sejak aku memasuki masa putih biru. Tanggung jawabku mulai besar di sini. Karena di mana aku SMP, ibuku mengajar di sana. Sebagai anak pertama, aku punya tanggung jawab besar sebagai pedoman kepada ketiga adikku. Mama pernah bilang, kalau aku gagal, ketiga adikku pun akan gagal. Sebaliknya, kalau aku sukses, kemungkinan besar mereka pun akan mengikuti jejak yang sama.
Ada banyak beban yang sebenarnya kupikul di pundakku. Semakin aku dewasa, semakin kumengerti betapa mahalnya arti sebuah pendidikan. Aku terlahir bukan di keluarga yang serba berkecukupan. Kedua orangtua adalah guru. Kadang miris sebenarnya, melihat setiap perjuangan mereka untuk menyekolahkan keempat anaknya. Sering kudengar dari mereka tentang uang belanja yang tidak cukup atau bahkan gaji yang dipotong dengan utang. Tapi hebatnya, mereka tidak pernah mengeluh tentang uang sekolah kami. Padahal kami semua disekolahkan di sekolah swasta sejak TK sampai SMP. Mengingat uang sekolah swasta yang tidak main-main mahalnya, aku yakin pantas untuk mengacungkan jempol kepada orangtuaku tercinta.
Itulah alasan kuat kenapa aku harus menghadiahkan kesuksesan kepada orangtuaku. Bukankah tugas seorang anak itu adalah membahagiakan orangtuanya? Aku sangat sadar mereka telah membesarkanku sejak kecil hingga sekarang. Kenapa susah untuk membalas semua itu? Ditambah lagi aku adalah anak pertama. Masih ada tiga adik yang selalu melihat ke atas untuk mencontoh jejak dari seorang kakak, panutan mereka. Aku ingin sekali membuat bangga keluarga, terutama orangtuaku.
Di masa putih biruku, aku sadar tentang semua tenaga yang kuporsir demi kesuksesan di masa itu. Seringkali aku menggunakan waktu tidurku untuk belajar, belajar, dan belajar. Terkadang mama akan setia menemaniku. Bahkan sampai tertidur ketika mengawasiku mengerjakan tugas sekolah yang menumpuk. Hanya secuil dari hasil keringat itu, tiap semester aku memang selalu membawa pulang piagam penghargaan di pengumuman juara. Baik itu juara kelas atau juara umum. Begitu juga di masa putih abu-abu. Bahkan kurasa semakin keras perjuangan itu.
Seiring berjalannya waktu, tibalah saat-saat yang mendebarkan bagi semua anak kelas dua belas. Beberapa bulan yang lalu, tepatnya pada hari pengumuman SNMPTN, aku merasa bahwa semua perjuanganku sudah terbayar dengan sempurna. Aku melihat pengumuman itu bukan bersama orangtua atau saudara siapa pun. Posisiku saat itu adalah di ibukota, mengikuti bimbingan belajar intensive. Siapa yang mengira aku lulus seleksi itu? Memang benar, Tuhan akan membukakan pintu keberhasilan kepada siapa yang berusaha dengan tekun. Kurasa Dia begitu baik.
“Tidak ada yang mahal untuk pendidikan. Kami akan perjuangkan apa pun demi kesuksesanmu,” kata Bapakku sewaktu kami tahu uang Rp 13 juta harus dibayarkan untuk UKT pertama. “Tugasmu hanya berusaha untuk meraih cita-citamu sendiri, untuk kebahagiaanmu, panutan kepada adik-adikmu.”  Aku mendengar semua kata-kata hebat itu disertai dengan barisan air mata semangat dan kepuasan. Rasa bahagia mengucur sempurna dekat nadiku. Sampai sekarang benar masih tersimpan rapi dalam memori.

Sekarang aku ada di sini. Sebagai seorang mahasiswi FIA Perpajakan UB. Aku berjanji pada orangtuaku, pada keluargaku, dan pada diriku sendiri. Aku akan membawa kesuksesan itu pulang ke hadapan mereka. Mengukir jejak yang indah yang pantas untuk ditiru oleh ketiga adikku. Karena aku, adalah anak pertama yang keluargaku bisa banggakan.

Minggu, 18 Agustus 2013

Sejauh itukah Medan-Malang ?

Terjaring aku oleh angin malam
Berjalan berdebu di bawah langit yang mengabu
Kudengar lembut suara kekasih
Bergerak sepoi, mengucur sempurna dekat nadiku
         Terjebak seketika di bawah pengaruh magnet
         Yang kian mendorong jauh
         Kian dekat kutatap masa depanku
         Tapi kian jauh kekasih dari pandanganku
         Positif tak bisa bersatu dengan negatif
         Dicoba berdekatan, malah semakin jauh akan menghindar
Ya Tuhan...
Sejauh itukah Medan-Malang ?
Miris kuresapi makna kata selamat jalan bagiku
Aku beranjak pergi tanpa bisa bertemu sebentar saja dengan kekasihku
         Selamat pagi Kualanamu
         Bisakah kau jawab teka-tekiku ?
         Kapan lagi aku kan menginjakkan kaki di bandaramu ?
         Simpan saja dalam suara bisingmu
         Kelak waktu yang akan menjawabnya dengan kata selamat datang bagiku
Sudah lepas aku dengan deraian air mata
Hanya cinta yang bisa kutinggalkan untukmu
Dan kata-kata yang selaras terucap dari bibirku
Goodbye and i love you