Dear Past, Thank You for All The Lesssons

There is no time to see backwards. Your future is still pure enough.

The only thing worse than being blind is having sight but no vision

When something bad happens, you have three choices. You can either let it define you, let it destroy you, or you can let it strengthen you.

Do You Know? You are Your Own Hero. Be Brave!

Don't die from a broken heart.

It is Never Too Late to be What You Might Have Been

If you were not happy with yesterday, try something different today. Don't stay stuck.

Things Work Out Best for Those Who Makes The Best of How Things Work Out.

Just believe in yourself. Even if you don't, pretend that you do, and at some point, you will.

If reading is HOT and writing is COOL. Therefore, read my writing is an awesome thing.

Jumat, 16 Agustus 2019

When I was A Kid


When I was a kid, I wanna be a doctor, I wanna be a teacher, I wanna be a president.
When I was a kid, my imagination is so huge.
There is no limit where my imagination has to stop.
Because its never stop.
It has no ending.

When I was a kid, I love myself really much.
Im pretty sure, who I see in the mirror, is the luckiest person who have ever exist.
She is amazing, has beautiful smile, confident as well.

When I was a kid, all I do is just playing hide and seek from morning to evening.
Reading “majalah Bobo”.
Compete with my friends who is the fastest to take a shower.
Making an hotel from blanket and pillow, also pretend to be the most professional hotel manager in the world.

When I was a kid, I never scared about dreaming.
Because everyday is a new day to have a new dream.
I am a singer, a dancer, a teacher, an actress, a chef, a runner, an athlete, a designer, a richman.
I could be whoever I want, when I was a kid.

When I was a kid, I can see a secret basement in my house.
I can see a very big pool in my bathroom.
I can see the whole world while digging the earth.
I can see a bright future.

When I was a kid, I don’t know, that today, I will miss the day when I was a kid.
When I was a kid, I never have a vision, that today, I wanna back to that day when I was a kid.

When I was a kid, I have no fearness about tomorrow.
But today, at this very moment, I wish, I still be that kid, still be a little Nella, who has no limit in imagining herself.

Senin, 05 Agustus 2019

You play the game first.
But then you scared after messed up with me.
I know it!!!
You need me the most.
That's why you touch me again.

But i never be the same anymore.
I am faking all the things.
For you, who are too brave to mess up with me.
Bye then!

Kamis, 25 Juli 2019

I am Friendly to Everybody, But.......

Being so independent make me hate people who can't take care of their own business.

I am friendly to everybody, but i also making a wall that i wish not everybody could get inside my zone as much as they like.

My motto is "balance". I want everything being balance. Like eeeeeeeeeverything. Let me tell you this. If i don't wanna take adventage of you, or if i refuse something from you, or i never ask for your help, NOTE THIS, that means, i don't want you to take adventage of me, ask something from me, or even bothering me.

Please, please, understand it.

My circle, i just wanna live in my circle.
If you are not in my circle, just don't you dare to pass through my wall.
It's just not cool for me.

Listen, i have a very sensitive feeling. I could stand at the very front line to help you if you need for some helps. Sympathy? I have it. Empathy? I also have it. But sweetheart, sometimes, you don't have to ALWAYS rely to anybody for eeeeeeverything, right? I mean, a silly/unimportant/dumb thing that you actually can solve it by yourself, but you bothering me for that? Sweetheart, i don't have enough free time!

Sorry.

Being independent make me have this way of thinking.

Soooo, i wish, as you grow older, i wish you could be a better person who can take care of your business, respect other's time, and the most important thing: LEARN HOW TO BE MORE INDEPENDENT!

Remember, don't rely to anybody for everything. It's ANNOYING.

P.S: You are not in my circle :)

Jumat, 12 Juli 2019

I'm angry at us who don't understand each other.

Jumat, 08 Maret 2019

I feel like you are getting further
Are we fine?

Im tired of wondering my darling
If there is something happened,
Whatever it is, although its bad or even worst, tell me
Cause what you are doing in silence right now is really breaks me down

Senin, 17 September 2018

Mornin Sunshine

Tadi malam aku bermimpi. Aku melihat diriku merayakan ulang tahunnya yang ke-30 dengan begitu bahagia. Banyak orang yang hadir di sana. Aku berdiri sebagai seorang motivator yang dikagumi mereka semua.

Dalam kata sambutan, aku mengatakan: "morniiiiiiiinnnnnnn."

Lalu mereka menjawab: "mornin sunshine."

Kamis, 13 September 2018

Me

You said you miss me.
So do i.
I miss me.

Selasa, 04 September 2018

Bukannya kau yang butuh aku setelah dewasa?

Ada teman yang suka kamu. Kita bertiga naik sebuah kendaraan yang aku pun tak tahu itu kendaraan apa. Kau yang mengemudi, aku di tengah, dia di belakang.

Aku tanya dia, "Do you love him?"
Dia tersipu malu, dan aku cuma bisa tertawa di belakangmu.
Aku jawab, "Nanti kita bicarakan setelah sampai di tempat tujuan."

Lalu di suatu tempat kau berhenti. Kurasa itu pasar. Kulihat banyak orang yang lalu lalang. Kau menoleh ke arahku, dan bilang, "Jangan kau jodohkan aku dengan dia. Bukannya kau yang butuh aku setelah dewasa?"

Aku langsung merasa seperti begitu kecil. Aku tertunduk dan seperti menyadari bahwa aku sebenarnya tak pernah mau kehilanganmu.

Setelah itu aku terbangun. Lagi-lagi aku bermimpi. 


"Cuma mimpi," kataku dalam hati sambil mengingat wajahmu yang kurindukan. 
Aku senang. Setidaknya kau menyadari bahwa aku membutuhkanmu.

Turunlah, aku akan menangkapmu, aku di sini

Aku duduk di atas sebuah kayu yang tinggi. Di bawah aku bisa melihat pemandangan yang sangat indah. Langitnya cerah. Biru dan begitu bersih. Kuterima pesanmu, kamu bercerita tentang lagumu yang berubah karena seorang teman, dan kamu sangat tidak menyukai perubahan itu. Katamu itu seperti sangat bukan dirimu.

Tiba-tiba petir menyambar. Aneh, cuacanya seketika berubah menjadi sangat tidak ramah, padahal langitnya masih tetap biru dan secerah yang tadi. Kulihat ke belakang, ada seseorang yang duduk di atas kayu yang lebih tinggi dariku, dan dia menyarankan aku untuk turun karena dia bilang ini berbahaya.

Aku pergi. Kujalani jalan itu dan di depan kita bertemu. Sekilas kutanyakan tentang pesanmu, tentunya setelah aku menggenggam tanganmu dengan senyum yang sangat bahagia karena bisa melihatmu.

Tak lama setelah itu kita pergi. Kali ini kita melewati sebuah jalan dengan tikungan yang sangat tajam. Jalannya juga sempit. Di sebelah kiri tebing, dan di kanan jurang. Tepat di tikungan itu, sebuah food truck berhenti. Dia berjualan tepat di tikungan dekat dengan jurang. Dari depan, sebuah mobil datang melaju. Aku bilang padamu, "tunggu sebentar, biar mobilnya lewat duluan". Karena sempitnya jalan, aku takut kita bisa terjepit di antara food truck, tebing, dan mobil yang akan lewat. 

Kamu berhenti. Aku tepat di belakangmu. Sayangnya, mobil itu jatuh ke jurang. Kamu berjalan mendekati jurang itu, ingin melihat mobil yang jatuh. Aku mengikutimu dari belakang, dan masih sempat menyalahkan kenapa food truck itu berhenti tepat di tikungan jalan. Aku melihat ke bawah, mobil sedan warna hitam itu sudah ada di dasar jurang. Tiba-tiba aku terpeleset. Kupegangi pembatas jalan sambil mencoba bertahan dengan kedua tanganku yang menggantung. Aku bisa merasakan bahwa tekadku kuat untuk jangan sampai jatuh. Sebentar kemudian kau sudah ada di bawah. Dan seketika jurang itu tak setinggi yang terlihat di awal. Kau bilang, "turunlah, aku akan menangkapmu, aku di sini." 

Aku percaya padamu. Kulepaskan tanganku yang sejak tadi memegangi pembatas jalan itu, dan dari bawah kau meraihku.

Tiba-tiba aku terbangun. Ternyata cuma mimpi. "Terima kasih," ucapku.

Rabu, 22 Agustus 2018

Fatamorgana

Menurutmu, apakah bagian yang paling menyakitkan? Terlanjur atau terlampau? Terlanjur rindu atau terlampau rindu?  

Pertama-tama, aku ingin mengatakan bahwa ada banyak ayat-ayat yang terpikir dalam ubun-ubunku tapi tak mampu ku ungkapkan. Rasanya sepi jika seseorang itu tak berada di sekitarku. Jalan yang ku lewati rasanya sudah tak berasa yang sama. Fatamorgana dirimu muncul sejauh mana tujuanku melangkah. Fatamorgana, sesuatu yang tampak seperti ada namun sebenarnya tidaklah ada. Denyut nadiku terpacu jika hasrat dalam kepalaku tetap kupertahankan untuk menyebutnya adalah sesuatu yang nyata. 

Semu. Mungkin kau bisa menyebutnya begitu. Kilau bayang-bayang yang bertumbuh dari tarikan napas akibat rindu. Banyak ruam yang telah terlukis hingga akhirnya menjadi pola perihal rindu itu. Uniknya, aku tak pernah ingin memaksa agar semuanya terobati dengan cara yang tidak seturut logika. Biarkan saja semuanya mengalir perlahan, begitu caramu menyebutnya.

Ada satu hal yang aku sangat penasaran untuk mengetahuinya. Apakah kau pernah sepertiku? Sepertiku yang berusaha untuk menghalangi waktu saat ku tahu detik yang kita punya menipis dengan sempurna. Aku berteori bahwasanya kenyamanan bersama seseorang itulah yang cuma mampu menghempas lemah dan rentan. 

Jika menepis sepi merupakan suatu hal yang teramat naif, jika mengulur waktu merupakan suatu alasan yang teramat klise, jika menahan rindu adalah kebiasaan yang teramat membosankan, biarkan aku tetap jadi diriku sendiri yang mengagungkan keinginanku bersamamu serta menjaganya agar tetap bersinar. 

Maaf. Kamu tak perlu sungkan. Jika suatu saat kau merasakan seperti apa yang kurasa, aku di sini. Pokoknya lihat aku di sini.