If reading is HOT and writing is COOL. Therefore, read my writing is an awesome thing.

Jumat, 06 Juni 2014

Namaku Samuel. Siapa Namamu?

Aku tertegun melihatnya dengan mata memerah. Tampaknya banyak sekali beban yang dipikulnya. Sepertinya dada itu sudah sangat sesak. Aku mengertilah kenapa dari tadi tangannya selalu dikepal seperti itu. Ada suatu kemarahan yang ingin dilampiaskannya. Tapi kepada siapa? Dia di sana hanya sendirian. Sangat tak mungkin bila dia marah pada rerumputan, atau pada kupu-kupu yang hinggap di sandaran bangku yang didudukinya.

Aku pandangi dia dari sisi lain di taman itu. Mungkin dia tak menyadari aku ada di sini, melihatnya dan mengawasinya. Pria itu, dia lelaki yang tampan. Kulitnya bersih. Tak putih bening, tapi indah dilihat. Rambutnya, aku suka. Mirip rambut tokoh kartun kesukaanku, Gaara. Ada sebuah mata kalung di tangannya. Aku melihat dengan jelas, ya, itu mata kalung. Tapi, tapi kenapa rantai kalungnya ada di sampingnya? Sebenarnya milik siapa kalung itu? Sepertinya itu yang membuat dia duduk tak tenang di bangku itu. Matanya sangat memerah, pandangannya kosong ke depan.

Aku baru melihatnya hari ini. Sebelumnya belum pernah bertemu. Aku susah jatuh cinta. Tapi kali ini aku betul tertarik padanya. Hei kamu, kamu yang punya rambut serupa dengan tokoh kartun kesukaanku. Bolehkah aku ke sana? Duduk di bangku di sebelahmu. Aku ingin berikan sedikit genggaman yang aku berjanji akan membuatmu lebih tenang. Kau sedang gelisah pun terlihat tampan. Tak bisa kubayangkan seberapa mempesonanya kau jika tersenyum sedikit saja. Apalagi kalau tersenyum untukku.

Sayang, bolehkah? Sayang!? .........

Bolehkah aku memanggilmu sayang? Hhhh, siapalah aku. Aku cuma seseorang yang mengagumimu dari sudut lain di taman ini. Bahkan aku tak tahu siapa namamu. Di mana rumahmu. Berapa usiamu. Dan kalung siapa yang sedang bersamamu di situ.Tapi sungguh, aku tertarik kepadamu.

Hai rerumputan. Ayolah sedikit bekerja sama denganku, sekali ini saja. Bantu aku tanyakan dia namanya, dan sedang apa dia duduk gusar di ujung sana. Kirimkan pesanku pada teman-temanmu yang lain, beritahu misi ini pada kawanan rerumputan di sekelilingnya. Aku sedang jatuh cinta. Aku suka dia. Aku benar aku suka dia. Lelaki itu. Lelaki yang pertama kali ini kulihat, tapi sudah pandai mencuri hatiku. Rambutnya yang paling menarik. Indah sekali.

Pernahkah kau jatuh cinta pada seseorang yang pertama kali kau lihat? Kau bukan hanya sekedar suka. Tapi lebih dari itu. Kau akan merasa jantungmu berdetak lebih kencang. Kau tak akan bisa bohong kalau matamu tak ingin lepas memandangnya. Sedikit demi sedikit, keringatmu akan mulai bercucuran. Kau akan sangat berniat untuk beranjak menemuinya, duduk di sampingnya, dan menghirup aromanya.

Jangan pergi sayang. Jangan ke mana-mana, tetaplah di situ. Biar bebas aku memandangimu dari tempat ini. Daaannnnn...... AKhirnya kau pergi juga.

“Namaku Samuel. Siapa namamu?” Kulihat ke belakang. Dia menyodorkan sebuah jabatan tangan padaku. Dia, lelaki yang dari tadi kuawasi di sudut sana. Rerumputan, terima kasih sudah menyelesaikan misi kita dengan baik. :’)

0 komentar:

Posting Komentar