Dear Past, Thank You for All The Lesssons

There is no time to see backwards. Your future is still pure enough.

The only thing worse than being blind is having sight but no vision

When something bad happens, you have three choices. You can either let it define you, let it destroy you, or you can let it strengthen you.

Do You Know? You are Your Own Hero. Be Brave!

Don't die from a broken heart.

It is Never Too Late to be What You Might Have Been

If you were not happy with yesterday, try something different today. Don't stay stuck.

Things Work Out Best for Those Who Makes The Best of How Things Work Out.

Just believe in yourself. Even if you don't, pretend that you do, and at some point, you will.

If reading is HOT and writing is COOL. Therefore, read my writing is an awesome thing.

Jumat, 06 Juni 2014

SMS Duluan

Mengirim sebuah pesan itu mudah, sangat mudah. Kau hanya perlu mengetik apa yang ingin kau katakan, kemudian pilih tombol send, dan selesai. Tapi kenapa terkadang sulit melakukannya? Wanita itu tak mudah untuk dimengerti isi hatinya. Kebanyakan dari mereka mengaku gengsi mengirim pesan terlebih dulu. Coba aja lakukan survei, kau akan menemukan delapan dari sepuluh wanita yang memilih stres menunggui pesan daripada memberanikan diri mengirim pesan duluan. Unjuk gigi gih, cewek-cewek yang merasa setuju dengan pernyataanku barusan.

Kenapa mesti takut? Kau kan tahu, kau bukan mengirim pesan pada seorang teroris. Pesan yang kau kirim bukan hantu yang terima. Bukan kepala sekolahmu yang membaca. Nggak bakalan ditangkap kok sama polisi. Nggak bakalan dibawa ke penjara. Jadi takut kenapa?

Aku menulis ini bukan karena aku seorang laki-laki yang protes sama pacar karena pacar nggak pernah ngirim pesan duluan. Aku juga wanita. Tokoh utama dari tulisan ini. Jadi kenapa aku ngomong begini? Aku juga gak tahu. Tiba-tiba aja pengen nulis begini.

Cewek-cewek bilang:
·         Nggak mungkinlah aku yang SMS duluan.
·         Gengsi aku!
·         Ah, kan aku cewek. Dia harusnya yang SMS duluan, dia cowok.
·         Di mana harga diriku sebagai cewek kalau aku yang duluan SMS dia?
·         Di mana-mana cowok yang selalu SMS duluan.
·         Dan bla bla bla bla bla.

Padahal abis mereka ngomong begitu, pasti bilang begini lagi:
·         Nggak di-SMS dia aku (sambil bete).
·         Tapi rindu aku sama dia. Ku SMS lah?
·         Nggak enak ya jadi cewek, bisanya cuma nunggu.

Aku pernah berdebat sama adikku yang cowok. Aku bilang begitu tuh, kalau jadi cewek itu rasanya gak enak, bisanya cuma nunggu. Nggak tahu penantiannya bakal berujung indah atau malah mengecewakan. Cowok yang enak, bisa sesuka hati menentukan pilihannya. Bisa bertindak kapan aja. Tapi adikku malah menentang. Dia bilang kalau cewek yang sebenarnya lebih menyenangkan. Apa cewek pernah mikir gimana sulitnya perjuangan seorang cowok? Iya kalau cewek terima. Kalau cewek nolak? Rasanya udah benar-benar kalah. Cewek yang enak. Tugasnya tinggal nunggu. Eh, cowok malah harus berpikir keras gimana cara bertindak yang baik.

Jadi, aku sebagai penulis dari makalah ini,..... Eh, makalah? Emang ini makalah? Mata pelajaran apa? Mata kuliah apa? Mata kuliah “SMS DULUAN”. Ya enggaklah, becanda kok.  Oke serius, kembali ke topik. Jadi, aku menyarankan. Siapa yang punya perasaan duluan, dia yang mengungkapkan. Siapa yang pengen ngomong duluan, ya udah dia yang ngirim pesan duluan. Gampang kan? Gampang-gampang susah maksudnya. Haha.

Namaku Samuel. Siapa Namamu?

Aku tertegun melihatnya dengan mata memerah. Tampaknya banyak sekali beban yang dipikulnya. Sepertinya dada itu sudah sangat sesak. Aku mengertilah kenapa dari tadi tangannya selalu dikepal seperti itu. Ada suatu kemarahan yang ingin dilampiaskannya. Tapi kepada siapa? Dia di sana hanya sendirian. Sangat tak mungkin bila dia marah pada rerumputan, atau pada kupu-kupu yang hinggap di sandaran bangku yang didudukinya.

Aku pandangi dia dari sisi lain di taman itu. Mungkin dia tak menyadari aku ada di sini, melihatnya dan mengawasinya. Pria itu, dia lelaki yang tampan. Kulitnya bersih. Tak putih bening, tapi indah dilihat. Rambutnya, aku suka. Mirip rambut tokoh kartun kesukaanku, Gaara. Ada sebuah mata kalung di tangannya. Aku melihat dengan jelas, ya, itu mata kalung. Tapi, tapi kenapa rantai kalungnya ada di sampingnya? Sebenarnya milik siapa kalung itu? Sepertinya itu yang membuat dia duduk tak tenang di bangku itu. Matanya sangat memerah, pandangannya kosong ke depan.

Aku baru melihatnya hari ini. Sebelumnya belum pernah bertemu. Aku susah jatuh cinta. Tapi kali ini aku betul tertarik padanya. Hei kamu, kamu yang punya rambut serupa dengan tokoh kartun kesukaanku. Bolehkah aku ke sana? Duduk di bangku di sebelahmu. Aku ingin berikan sedikit genggaman yang aku berjanji akan membuatmu lebih tenang. Kau sedang gelisah pun terlihat tampan. Tak bisa kubayangkan seberapa mempesonanya kau jika tersenyum sedikit saja. Apalagi kalau tersenyum untukku.

Sayang, bolehkah? Sayang!? .........

Bolehkah aku memanggilmu sayang? Hhhh, siapalah aku. Aku cuma seseorang yang mengagumimu dari sudut lain di taman ini. Bahkan aku tak tahu siapa namamu. Di mana rumahmu. Berapa usiamu. Dan kalung siapa yang sedang bersamamu di situ.Tapi sungguh, aku tertarik kepadamu.

Hai rerumputan. Ayolah sedikit bekerja sama denganku, sekali ini saja. Bantu aku tanyakan dia namanya, dan sedang apa dia duduk gusar di ujung sana. Kirimkan pesanku pada teman-temanmu yang lain, beritahu misi ini pada kawanan rerumputan di sekelilingnya. Aku sedang jatuh cinta. Aku suka dia. Aku benar aku suka dia. Lelaki itu. Lelaki yang pertama kali ini kulihat, tapi sudah pandai mencuri hatiku. Rambutnya yang paling menarik. Indah sekali.

Pernahkah kau jatuh cinta pada seseorang yang pertama kali kau lihat? Kau bukan hanya sekedar suka. Tapi lebih dari itu. Kau akan merasa jantungmu berdetak lebih kencang. Kau tak akan bisa bohong kalau matamu tak ingin lepas memandangnya. Sedikit demi sedikit, keringatmu akan mulai bercucuran. Kau akan sangat berniat untuk beranjak menemuinya, duduk di sampingnya, dan menghirup aromanya.

Jangan pergi sayang. Jangan ke mana-mana, tetaplah di situ. Biar bebas aku memandangimu dari tempat ini. Daaannnnn...... AKhirnya kau pergi juga.

“Namaku Samuel. Siapa namamu?” Kulihat ke belakang. Dia menyodorkan sebuah jabatan tangan padaku. Dia, lelaki yang dari tadi kuawasi di sudut sana. Rerumputan, terima kasih sudah menyelesaikan misi kita dengan baik. :’)

Kamis, 05 Juni 2014

Pras dan Meisy

Sekarang jam menunjukkan pukul 13.21. Hari Kamis, dalam kelas mata kuliah Akuntansi. Aku, di sini menulis tulisanku. Duduk di bangku barisan kelima dari depan. Di antara Pras dan Meisy. Pras ada di sebelah kanan. Dia temanku yang berasal dari Indramayu. Tinggi badan 176. Jelas dia lebih tinggi dariku. Berat badannya, 65 kg. Kulitnya berwarna gelap. Saat ini memakai kemeja berwarna biru dongker dengan garis-garis berwarna putih. Di tangan kirinya melingkar sebuah jam tangan dengan merk Bariho. Sepatunya berwarna hitam, hampir serupa dengan warna kulitnya. Hehe. Saat ini dia lagi megang HP-nya yang berwarna hitam dengan merk Smartfren. Waktu aku lagi nanya dia lagi ngapain, katanya lagi main game. Clash of Clans, itu game-nya.
Prasetyo
Sekarang lihat Meisy. Temanku yang duduk di sebelah kiriku. Dia temanku asal Medan, tapi SMA di Bekasi. Kemeja biru muda dengan garis-garis putih melekat di badannya. Sepatunya berwarna ungu tua. Kulitnya lebih putih dariku, dia juga lebih gemuk. Ada pensil biru 2B yang digenggam di tangan kanannya. Dia lagi serius menganalisa soal yang dikasih sama Ibu Mangesti. 
Meisy Lastri Siregar
Kami lagi ada tugas sebenarnya, Ibu itu lagi pergi rapat ke Gazebo FK. Ya udah ya. Tulisan ini saya sudahin dulu. Teman-teman saya yang lain juga udah pada nanya saya lagi ngapain. Aku ngerjain soal dulu yah. Bye Bye.

Minggu, 01 Juni 2014

Gak terasa udah wisuda. Padahal rasanya masih seperti 2 semester :D


Pernahkah kalian merasakannya? Bahwa semakin dewasa, kita akan semakin terbiasa untuk menyikapi sebuah hubungan dengan bersikap dewasa pula. Kau akan mulai memandang hal yang pernah menjadi masalah besar di masa dulu menjadi masalah sepele yang sebenarnya gak perlu untuk dibesar-besarkan. Dan semuanya itu indah tanpa kau menyadarinya. Kau akan mulai berpikir bahwa semua orang bisa menjadi bagian hidupmu, dan begitu pun pada pasanganmu. Tak ada yang bisa kamu halang-halangi untuk berteman dengannya selagi itu masih dalam batas wajar pertemanan. Kau akan lebih memilih untuk berpikir dua kali atau mungkin tiga kali atau bahkan sampai empat kali kalau kau ingin marah saat kau pikir bahwa jalan pikirannya tidak sama dengan jalan pikiranmu. Sebab semakin kau dewasa, kau juga akan menyadari kalau pasanganmu juga sudahlah beranjak dewasa bahkan mungkin lebih dewasa darimu. Dan itu semakin memberi dukungan untukmu membiarkannya menentukan jalan hidupnya.

Jumat, 30 Mei 2014

Temanku berantam, aku jadi PSIKOLOG CINTA!

Cinta itu bisa berbentuk apa saja. Wujudnya bisa berbeda-beda dalam segala kesempatan. Lain orangnya, lain caranya. 

Pelajaran hari ini cukup menggemaskan. Kalian berdua itu temanku. Ah, aku tahu kalian sama-sama berkepala batu. Aku baru aja pulang kuliah malam. Hey kalian berdua, sebenarnya aku masih lelah, malah dalam keadaan lapar. Aku gak tau apa yang sebenarnya sedang terjadi, aku pikir semuanya dalam keadaan baik-baik aja. Kau tiba-tiba ngajak aku berkeliling UB, padahal jelas itu di sampingmu ada dia, dia pacarmu looo. Tuh kan, dia ngambek. Dia udah pergi masuk ke kamarnya. Cobalah kau lihat, itu mukanya murung pake banget. Aku juga jadi gak enak.

Ada apanya sama kalian? Kau bilang dia mau pergi jalan-jalan ke Batu. Terus apa yang jadi masalahnya? Dia ada tugas? Lah, emang kenapa? Oooohhh, ternyata begitu.

Aku tahu kau cemburu sama dia yang bisa pergi ke Batu sama teman-temannya. Udah gak usah bohong! Aku bisa baca dari caramu bercerita samaku. Oke fine alasanmu adalah karena pacarmu itu ada tugas tapi dia sempat-sempatnya bisa jalan-jalan ke Batu malam ini. Berencana pulang tengah malam lagi. Tapi kau gak usah membangkang sama tebakanku. Aku yakin itu cuma alasan kedua. Alasan utama karena sebenarnya kau gak rela kan dia pergi? Kau gak pengen kan sebenarnya ngasih ijin dia buat keluar malam sama teman-temannya? Bilang aja iya ahh!

Aduuhhh, jangan terlalu gerasah-gerusuh kau mamen. Tenanglah kau curhat samaku. Gak usah kayak cacing kepanasan gitu! 

Oke sampai mana tadi? Sebenarnya kau ngasih ijin gak dia pergi? Kasih ijinnya? Terus masalahnya apa sih? Kalian berdua itu temanku looo. Kalian juga masih baru kan? Janganlah terus mengukir pertengkaran-pertengkaran ah! Eh, tengok dulu dia belum balik-balik dari kamarnya. Beneran ngambek itu apa! Anju dulu dia. Loh, kok gak mau? Kau cowok lo, di beberapa kesempatan kau harus pandai merayu, harus pintar-pintar manganju, di kala seperti inilah kau tunjukkan komitmenmu. Tahunya aku, gak harus selalu cowok yang bertugas untuk manganju. Tapi lihat situasi jugalah. Tergantung situasinya semua itu. Sekarang cewekmu yang lagi ngambek, ya kaulah yang bertugas manganju. Masa dia yang lagi ngambek, kau malah diam? Maksudmu harus dia lagi yang manganju kau? Harus saling manganjunya yang pacaran ini. Saling melengkapi cuyy.

Aku bukannya mau menggurui kalian, bukan! Tapi seinggaknya kalian berdua itu temanku. Aku gak enaklah lihat kalian kayak gini. Apalagi dia ngambek pas aku di sini. Agah yamang, secara gak langsung aku jadi terlibat. Kenapa emang kau gak mau manganju? Gak biasa? Bah bah. Udah berapa kali kau pernah pacaran? Bah itulah. Berarti udah berpengalamannya kau. Tunjukkan lah kau bisa jadi pacar yang baik. Gini, kalau kau gak suka sama sesuatu yang diperbuat sama cewek, ngomong! Jangan kau diamin cewek itu. Kukasih tahu ya! Cewek itu, mendingnya kau marah-marahin dia daripada kau diamin. Kalau kau diamin dia jadi gak ngerti dia mau ngapain. Karena sebenarnya sifat cewek itu lebih pasif ketimbang cowok. Jadi kalau kau sebagai cowok diamin dia, ya krik krik lah jadinya. Marah yang kumaksud pun bukannya marah yang memperlakukan dia layaknya musuh! Tapi marah-marah sayangnya attong. Ngertinya kau maksudku? Bah jangan ketawa kau. Aku lagi serius loh.

My Hero juga pernahnya gitu. Aku pernah salah tapi dia ngajarin aku baik-baik. Dia kasih nasihat dengan halus tapi aku bisa merasa itu udah mengena kali. Jadi tanpa dia harus marah pun aku udah sadar sendiri. Itulah karena dia pintar manganju. Kek gitulah bikin sama dia attong! Haha. Iya iya. Tahunya aku kau bukan My Hero apa!  Maksudku attar-attar tirulah kek gitu caranya. Biar baikannya kalian. 

Telepon dulu dia siu! Gak diangkat? Haha. Aduuuuhh kalian berdua inilah. Maksudku gininya, coba kau pikirkan, dia mau jalan-jalan ke Batu kan? Dan dia yang bawa motor kan? Jangan nanti karena kalian baru berantam jadi gak konsen nanti dia bawa motor. Takutnya dipikirin dia itu, nanti jadi kenapa-kenapa sama mereka di jalan. Oh, ini helmnya peganglah! Kau nanti yang kasih sama dia pas dia mau berangkat. Itu dia udah keluar dari kamar. Senyum kau, jangan diam! 

Hahaha. Kalian inilah. Ya udah sms lah lagi dia. Bilang hati-hati di jalan. Kalau gitu aku juga masuklah ya. Ke kamarlah dulu aku. Dadaaahhhhhhh :)

Kamis, 29 Mei 2014

Selamat Hari Raya Kenaikan Tuhan

Hai orang-orang Galilea, mengapa takjub memandang ke langit? Yesus telah diangkat ke surga dari tengah-tengahmu. Tetapi Ia akan datang kembali sebagaimana kamu melihat Dia pergi ke surga.

Selamat Hari Raya Kenaikan Tuhan :)

Kamis ini aku gereja jam 18.30 dan pergi sendirian. Memilih bangku yang paling depan, tepat berada di hadapan Romo pembawa misa. Suasananya yang begitu khusyuk, membuatku beberapa kali meneteskan air mata, kali ini aku begitu mudah terbawa suasana. Aku merasakan bahwa misa yang kuikuti hari ini adalah suatu keindahan. Aku benar-benar bangga jadi orang Katolik, gerejaku indah, misaku khusyuk, Romoku memimpin dengan penuh kharisma, dan saudara-saudara yang berkumpul denganku semuanya unik.

Aku duduk di bangku urutan yang paling depan. Beberapa menit setelah aku duduk sendirian, saat tenggelam dalam suasana pandangan menuju ke altar itu, sepasang orangtua datang menempati bangku di sampingku. Dari penampilannya, aku tahu mereka adalah seorang kakek dan nenek. Mereka orang yang baik. Jelas terlihat dari pandangannya saat mereka permisi melewatiku juga jabatan tangan erat mereka saat salam damai. Suara si kakek juga berwibawa. Aku selalu mendengar jelas tiap kali dia mengucap doa, menyanyikan lagu pujian, dan saat dia menuntunku maju ke depan saat akan menerima Tubuh Kristus.

Salib itu, salib besar di hadapanku, beberapa kali aku memandanginya, aku tahu hari ini Tuhan benar-benar telah naik ke surga. Dia menatap aku, menatap kami semua dari atas sana, menyaksikan misa itu, menyaksikan kami menyerukan nama-Nya.

Lilin-lilin yang terus menyala, Patung Yesus dan Bunda Maria, air suci di dekat pintu, altar yang dihias sempurna, salib, gerak-gerik putra-putri Altar, cara para Imam membagikan hosti, barisan panjang para umat saat akan menyambut Tubuh Kristus, nyanyian pujian dari paduan suara, bunyi gong yang lantang saat Romo mengangkat Tubuh dan Darah Kristus, mazmur, pembacaan Injil, salam damai, umat yang berlutut, keserentakan dalam membuat tanda salib, semuanya indah, benar-benar indah :')

Allah telah naik diiringi sorak-sorai. Tuhan mengangkasa diiringi bunyi sangkakala :')

Rabu, 28 Mei 2014

Still Come Late huh?

Today, after returning class SIM, I bought the fruit in front of Indomaret. Two thousands yam and two thousands pineapple. I had been planning to buy more, for I make a face mask. 

After arriving at the boarding house, I cooked the rice first, cleaned up the room, washed the dishes, cooked an omelette for lunch, then prepared the mask. I chose yam for face mask today, because there is my acne that still alive, i am scared if it will be feel smarting if I use pineapple mask. Finally all was done around 2 pm, then i started to mask.

Guys, I still have a class at 15.30 factly. And also, I had setting alarm at 14.45. But you know huh, that what is the meaning of an alarm for a Nella if I had sleeping beauty on the lovely bed. Consequently, the first alarm reset to 15.00, but actually woke up and prepared to go to campuss at 15.20 factly. Worse, before atually go to the bathroom to wash the face mask, I still be able to take some pictures via webcam. Amazing :D

Finally I arrived in the class at 15.50. How many minutes I have late? Exactly, around 20 minutes.

Nel, remorse Nel !!

What's Wrong with PINK?

Menurutku, PINK itu melambangkan kelembutan. Dia telihat indah, menggemaskan, menarik perhatian, dan romantis. PINK itu membuatku benar-benar merasa menjadi 100% seorang wanita, lebih feminim. PINK itu bisa membuatku merasa menjadi lebih muda dari yang sebenarnya.

PINK itu membuatku merasa sangat nyaman di antara mereka. Membuatku tidur nyenyak di antara mereka. Membuat udara yang kuhirup menjadi lebih segar dan membuat suasana hatiku lebih stabil dan tenang.

PINK itu bisa membuatku histeris, sangat bersemangat. Mereka bisa dengan mudahnya menarik perhatianku dan membuatku begitu ingin memiliki barang-barang yang berwarnakan dia. 

PINK itu selalu menempati level paling tinggi di antara semua warna bagiku. Dia begitu istimewa bahkan sangat istimewa. Karena dia, indah adanya.

Selasa, 27 Mei 2014

After AEC's Refreshing Day

Selamat soreee. Ternyata acara refreshing day-nya AEC hari ini berjalan dengan baik, bahkan lebih menyenangkan dari yang sebelumnya kupikirkan. Aku juga bisa melakukan banyak hal yang lebih aktif dari bayanganku. Terima kasih kalian semua udah mau datang dan hadir di acara kita ini. This is our event, this is our family, and have fun in this our refreshing day.

Special thanks buat PR Internal. Kak Gilrita yang udah capek kukus jagungnya di rumah, makasih juga buat mamanya Kak Gilrita yang udah berbaik hati buatin kita bumbu rujak, Kak Alvin yang bersemangat ngupasin mentimun walaupun durasinya nyampe setahun, dan Rama yang sempat bantu nyapu lantai pas acara bersih-bersih.

Tadi pas acara kupas-kupas buah, konsentrasiku sempat buyar. Aku merasakan euforia pengumuman SNMPTN tahun ini. Loh, kok bisa? Elsa Diana Tambunan, adik kelasku di SMA, adik kelas yang sudah kuanggap seperti adikku sendiri, tiba-tiba meneleponku. Siapa yang gak merinding duluan coba? Aku tahu dia pasti mau ngabarin soal pengumuman undangannya. Yang benar aja, dia masuk Ilmu Hukum Universitas Diponegoro. Selamat adikku sayang. Kau pernah bilang kalau aku sudah berada di pintu kesuksesanku, dan sedikit lagi untuk menuju ke kesuksesan itu. Lihatlah, sekarang kau sudah berada di pintu kesuksesan juga kan?

Elsa sering bertanya kepadaku tentang bagaimana perasaanku selama menunggu detik-detik pengumuman undangan, dan bagaimana rasanya saat kau tahu bahwa satu kursi PTN sudah ada di genggaman tanganmu. Aku bilang ke dia, supaya dia menunggu sendiri saat-saat itu tiba, karena aku selalu meyakinkannya untuk bersikap optimis masuk undangan. See? Elsa masuk kan tahun ini?

Dia bilang begini di telepon: Kak, ternyata kayak ginilah rasanya menang undangan ya? Senang kali aku.

Haha. Jujur aku merinding sayang. Aku teringat sama semua keharuan saat detik-detik pengumuman setahun yang lalu. Sekali lagi congratulation. Kamu akan mengadapi dunia pendidikan yang sesungguhnya. So, keep fighting sweetie :) :*

Kembali lagi ke acara refreshing day-nya AEC :D

Tadi di sana aku ngulek bumbunya rujak loh. Ulekan yang besar membuatku sangat mudah untuk melakukannya, bahkan aku senang mengerjakan itu. Aku ngulek kacang, dan belum juga selesai, Kak Alvin udah minta buat nyoba ngulek juga.

Yang aku sesalkan, ternyata mentimun yang kami beli terlalu banyak dan anak-anak AEC juga gak terlalu suka sama mentimun. Thus, mentimunnya banyak yang mubazir.

Setelah itu dilanjut sama acara jagung kukus manis. It's a really yummy, seriously :D

Dan yang terakhir, acara bebas. Anak-anak yang lain milih main uno, sebagian udah ada yang pulang, ada yang main game di gadget masing-masing, ada yang ngerumpi di halaman depan, and look at me. What am I doing? Haha, this is my awesome hobby guys, SLEEPING :D zzzzzzz