Sayang, semua orang itu memang punya cara pandang dan penilaian yang berbeda-beda terhadap sisi kehidupan. Termasuk apa yang kita perbincangkan barusan ini. Oke fine awalnya aku memang menunjukkan rasa tidak suka, tapi itu pun kutunjukkan sebab kau sudah pernah berjanji untuk tidak melakukan itu, makanya aku sempat kecewa.
Sayang, aku bukan bermaksud untuk terlalu mendominasi di antara kita. Aku juga bukannya ingin selalu memaksakan kehendakku kepadamu. Aku tahu kamu sudah dewasa, kamu sudah pandai menilai hal yang baik dan buruk untuk dirimu sendiri. Aku ingin memberikanmu sebuah kebebasan terhadap pilihan hidupmu tanpa bermaksud lepas tangan sebagai seorang kekasih. Selagi itu tidak mengganggu kesehatanmu, selagi itu memang hal yang membuatmu bahagia, membuatmu senang, selagi itu tidak mengganggu hubungan yang aku dan kamu bina, lakukanlah sayang. Karena siapalah aku? Aku sama sekali tak suka menjadi penghalang untuk mencapai rasa bahagiamu. Aku hanya ingin kamu senang, menjadi apa adanya dirimu.
Semua pasangan itu jelas punya perbedaan. Tak terkecuali pada kita. Aku pernah menerimamu bukan dengan pemikiran yang pendek, tapi jelas dengan pikir panjang. Enam tahun sayang aku berada di kelas yang sama denganmu. Jelas aku sudah tahu siapa kamu, bagaimana kamu, kebiasaanmu, dan banyak lagi tentangmu. Apalah artinya di awal kita mengatakan sebuah "janji" kalau memang hanya karena "itu" aku langsung memutuskanmu. Dari awal aku sudah siap untuk segala perbedaan kita. Dari awal aku sudah sangat siap untuk membiarkan diriku sendiri terbiasa dengan cara pandangmu tehadap hidup.
Menurutku, rasa sayang itu adalah perasaan di mana setiap pasangan itu seharusnya bisa menerima kelemahan dan kekurangan pasangannya, apa adanya. Aku harus bisa menerimamu dan membiarkanmu untuk terus jadi dirimu sendiri. Kalau aku memaksakan kamu harus melakukan sesuatu yang aku suka, kalau aku selalu membuatmu harus melakukan ini, melakukan itu, tak boleh begini, tak boleh begitu, bukan itu yang namanya sayang kan? Secara tidak langsung aku sudah mencintai kekasih yang bukan lagi kamu, tapi sudah menjadi cerminan diriku.
Aku suka ini, kamu suka itu. Aku tidak suka ini, padahal kamu sangat suka itu. Pandangan hidupku seperti ini, pandangan hidupmu beda lagi. Aku dan kamu memang punya penilaian yang berbeda terhadap sisi kehidupan. Jadi haruskah aku memaksakanmu untuk memandang sisi kehidupan itu seturut dengan penilaianku? Kalau begitu, kamu akan langsung bisa menilai, oh, seperti ini ternyata si Nella. Jadi sayang, aku di sini selalu ingin kamu tetap menjadi apa adanya kamu, tetap menjadi seperti apa kamu sebelum denganku.
Sayang, aku sama sekali tidak pernah bermain-main terhadap suatu hubungan. Aku selalu menganggap bahwa pasanganku sekarang adalah pasangan masa depanku. Aku tidak pernah memutuskan untuk berhenti kecuali keadaan yang memaksaku untuk berhenti, kecuali kalau pasanganku sendiri yang sudah tidak mau untuk kupertahankan. Aku tak pernah menganggap suatu hubungan itu menjadi suatu hal yang sangat sepele. Justru di kala seperti inilah aku harus menunjukkan komitmenku.
Sayang, aku dan kamu sudah menjadi kita kan sejak empat bulan yang lalu? Mari untuk saling melengkapi. Perbedaan itu indah sayang. Yang kutuntut hanya satu, kamu harus jaga kesehatanmu, jangan sampai hal yang kamu sukai itu akan mengganggu kesehatanmu. Itu saja :')
0 komentar:
Posting Komentar